Senin, April 15, 2024

Pukul Siswanya, Guru SMKN 1 Tulungagung Dinonaktifkan

Must read

Oknum guru di SMKN 1 Tulungagung dinonaktifkan dan direkomendasikan untuk mengajar ditempat lain. Pasalnya, oknum guru tersebut terlibat aksi kekerasan terhadap salah satu siswanya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Tulungagung, Muhari mengatakan, oknum guru tersebut berinisial YD yang mana di SMKN 1 Tulungagung berstatus sebagai Waka Kesiswaan. Semula peristiwa pemukulan itu terjadi pada Agustus lalu yang mana saat itu SMKN 1 Tulungagung menggelar babak penyisihan pertandingan bola voly antar SMA/SMK se-Tulungagung.

Saat itu tidak ada Tim dari SMKN 1 Tulungagung yang berpartisipasi, sehingga pelaksanaan babak penyisihan pun digelar disana.

“Selain kami tidak punya Tim yang berpartisipasi, dipilihnya sekolah kami karena kami punya lapangan voly yang bagus,” kata Muhari, Senin (10/10).

Dijelaskan Muhaji, berdasarkan informasi yang didapatnya, salah seorang siswanya yang meluapkan kegembiraan terhadap tim yang menang. Hal itu justru memicu keributan yang terjadi antar pendukung.

Disinilah akhirnya oknum Waka Kesiswaan tersebut turun tangan melerai dan menarik siswanya itu. Namun sayangnya, saat itu justru terdapat kejadian pemukulan yang dilakukan oknum gurunya itu yang bahkan juga direkam oleh salah seorang siswa, sehingga video tersebut akhirnya viral dan memicu demo yang dilakukan para siswanya pada Jumat (7/10) lalu untuk meminta agar oknum guru itu diberhentikan.

“Kami tidak tahu kronologi sebenarnya apakah benar seperti itu. Hanya saja keributan ini berawal dari video viral oknum guru kami yang melalukan tindakan kekerasan kepada siswa,” jelasnya.

Setelah para siswanya menyuarakan aspirasi pemberhentian oknum guru tersebut, ujar Muhari, pihaknya secara resmi sudah meminta maaf kepada para siswa. Hanya saja untuk memenuhi aspirasi tersebut, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan bawahannya.

Maka dari itu, pihaknya sudah menyampaikan surat rekomendasi kepada Cabang Dinas Pendidikan Provinsi (Cabdindik) Wilayah Kerja
Tulungagung-Trenggalek agar yang bersangkutan dipindah tugaskan. Namun demikian, pihaknya memastikan jika kejadian serupa tidak kembali terjadi dikemudian hari.

“Kami tentu menyayangkan kejadian ini. Saat ini yang bersangkutan sudah dinonaktifkan, bahkan kondisinya juga depresi setelah kejadian pemukulan itu,” pungkasnya.(Ndi)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article