Rabu, April 17, 2024

Pencuri Berhasil Bobol Mesin ATM di Minimarket dan Membawa Kabur Rp 400 Juta

Must read

Blitar, Dutametro.com – Sebuah Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank BCA di minimarket di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dibobol pencuri. Kasus pembobolan mesin ATM, masih terus diselidiki polisi. Pencuri sempat membawa kabur uang sekitar Rp 400 juta.

Menurut Kasatreskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvitasari mengemukakan kejadian itu diketahui dari laporan karyawan minimarket di Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Karyawan tersebut melaporkan terjadinya kasus perusakan mesin ATM yang ada di dalam minimarket.

Kemudian Tika menyebutkan, “Dua karyawan menemukan mesin ATM BCA sudah dalam keadaan berantakan saat masuk toko. Selanjutnya, mereka menghubungi supervisor dan barulah mereka melaporkan ke polisi,” katanya di Blitar, Sabtu.

Ia mengatakan polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Sementara itu dari hasil olah TKP yang dilakukan anggota, diketahui bahwa pelaku masuk lewat genteng kemudian menjebol asbes di toko swalayan dan membobol mesin ATM.

Diungkapkan Tika, bahwa “Kejadian pembobolan mesin ATM ini dengan cara masuk melalui genteng, menjebol asbes lalu ke lokasi ATM berada. Pelaku menggunakan mesin gerinda dan mengambil uang di ATM,” ungkapnya.

Ia menambahkan dari keterangan yang didapatkan pihak BCA yang mesin ATM-nya dirusak, uang yang berada di dalam mesin ATM sekitar Rp 400 juta. Uang itu raib dibawa pencuri.

Berdasarkan informasi setempat, selain membawa uang di mesin ATM, pelaku juga membawa sejumlah rokok dengan berbagai merek yang berada di dalam toko senilai Rp 3.505.000 serta susu anak senilai Rp 500.000.

Dalam menjalankan aksinya pelaku juga diketahui merusak CCTV di lokasi kejadian. Polisi juga belum mengetahui dengan pasti berapa orang yang terlibat dalam kasus ini. Namun, polisi tetap berupaya mencari bukti lainnya untuk mengungkap kasus tersebut.

Akibat kejadian tersebut untuk sementara itu, aktivitas di toko perbelanjaan sempat terhenti saat pemeriksaan polisi tersebut. Anggota kemudian memasang garis polisi di mesin ATM sebagai penanda yang tidak berkepentingan dilarang untuk mendekat.(HN)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article