Sawahlunto, dutametro.com — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyebut, pemerintah daerah terus berupaya memastikan ketersediaan kebutuhan energi masyarakat tetap terjaga, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Hari Raya Idul fitri 1447 H/2026. Saat ini Pemerintah Kota Sawahlunto mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG sekitar 15 persen guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi masyarakat selama periode arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan agar distribusi BBM dan LPG dapat berjalan lancar serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama momentum hari raya,” kata Wako Riyanda kepada wartawan Kota Arang, Kamis (12/03/2026) di Balairung Rumah Dinas Wali Kota.
Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto Tatang Sumarna, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Swarna Migas terkait langkah antisipatif tersebut guna memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat selama momentum Lebaran.
Tatang menjelaskan usulan penambahan kuota sekitar 15 persen tersebut dipandang perlu sebagai langkah mitigasi untuk menghindari potensi kekurangan stok ketika permintaan masyarakat mengalami peningkatan.
Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar aktivitas parkir kendaraan besar seperti truk atau kendaraan roda enam ke atas dapat diminimalisir di sekitar area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada saat puncak arus mudik.
Menurut dia, pengaturan tersebut penting untuk menjaga kelancaran pelayanan pengisian BBM bagi masyarakat serta menghindari potensi antrean panjang di SPBU.
Adapun kondisi ketersediaan LPG dan BBM di Sawahlunto saat ini;
Gas LPG 3 Kg: Tersisa 671.826 tabung dari kuota 2026 sebesar 725.666 tabung, dengan stok terbesar berada di Kecamatan Barangin.
LPG Non-Subsidi: Tersedia 7.293 tabung LPG 5 Kg dan 4.703 tabung LPG 12 Kg di agen dan pangkalan.
Stok BBM: Stok aman hingga akhir tahun, dengan ketersediaan per 12 Maret 2026 tercatat 12.759 Liter Pertalite dan 34.318 Liter Pertamax.
Stok Bio Diesel: Tersedia 14.604 Liter per 12 Maret 2026, sudah mencakup kebutuhan alat berat dan mesin pertanian.
Di sisi lain, Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra mengatakan jajaran kepolisian melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga memberikan perhatian terhadap pengawasan dan pengawalan ketersediaan serta kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan BBM di wilayah tersebut.(riky)











