Bupati Malang Pimpin Gerakan ASRI di Pantai Balekambang, Tegaskan Komitmen Jaga Kebersihan Destinasi Wisata

Kabupaten Malang, dutametro.com — Debur ombak pagi di Pantai Balekambang, Jumat (13/2/2026), menjadi saksi gerakan kolaboratif menjaga kebersihan pesisir selatan Kabupaten Malang.

Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, hingga relawan lingkungan berbaris di bibir pantai, membawa karung dan alat pungut sampah. Di tengah barisan itu, Sanusi turut memungut plastik dan serpihan kayu yang terbawa gelombang.
Kehadiran Bupati Malang dalam Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) bukan sekadar simbolis.

Kegiatan yang diprakarsai Kodim 0818/Malang-Batu ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda di Bogor beberapa waktu lalu. Instruksi tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata sebagai wajah daerah sekaligus cerminan Indonesia di mata dunia.
“Pantai adalah kebanggaan kita. Kalau bersih, wisatawan nyaman, ekonomi masyarakat bergerak,” ujar Sanusi di sela kegiatan.

Ia menambahkan, pengalaman sejumlah destinasi wisata yang disorot akibat persoalan sampah menjadi pelajaran penting bagi seluruh daerah untuk bergerak serentak menjaga kebersihan lingkungan.

Pantai Balekambang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu ikon wisata unggulan Kabupaten Malang. Panorama pura di atas batu karang yang kerap disebut sebagai “Tanah Lot-nya Malang” menjadikan pantai ini destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada musim libur panjang, ribuan pengunjung memadati kawasan ini setiap harinya, yang berimplikasi pada meningkatnya volume sampah jika tidak dikelola secara optimal.

Kasdim 0818 Kabupaten Malang, Mayor Czi. Sultoni, mewakili Dandim 0818, dalam amanat apel menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Gerakan ini bukan hanya seremonial. Harapannya tumbuh kesadaran kolektif. Pantai bersih bukan tanggung jawab satu institusi, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik awal konsistensi menjaga kebersihan kawasan wisata. Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, komunitas lingkungan, dan pelajar dinilai menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya sadar lingkungan.

Menariknya, kegiatan ini turut dihadiri seorang pemerhati lingkungan asal Denmark yang tengah berkunjung ke Malang. Kehadiran tamu mancanegara tersebut mempertegas bahwa isu kebersihan pantai dan pengelolaan sampah laut bukan sekadar persoalan lokal, melainkan tantangan global yang membutuhkan kerja sama lintas negara.
Secara nasional, persoalan sampah laut masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah Indonesia mencapai puluhan juta ton per tahun. Pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan 70 persen pada 2025 melalui pendekatan hulu-hilir.

Gerakan seperti ASRI di tingkat daerah menjadi bagian penting dalam mendukung target tersebut.

Di tingkat lokal, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup juga terus menggencarkan edukasi pengurangan sampah plastik sekali pakai serta penguatan bank sampah di desa-desa. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Bagi warga Desa Srigonco dan pelaku usaha di sekitar Balekambang, kegiatan ini membawa harapan. Kebersihan yang terjaga akan berdampak langsung pada peningkatan citra destinasi, stabilitas kunjungan wisatawan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Gerakan ASRI di Pantai Balekambang mungkin berlangsung hanya beberapa jam. Namun pesan yang diusung jauh melampaui durasi kegiatan: menjaga kebersihan lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat. Ombak akan terus datang dan pergi, tetapi komitmen merawat pantai harus tetap terjaga.

(sGTg)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News