Minggu, Mei 26, 2024

2 Pelaku Rampok-Buang Anggota TNI di Tegal Ditangkap, 2 Pelaku Lainnya Buron

Must read

Semarang, Dutametro.com – Sebanyak dua orang pelaku utama perampokan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang terjadi di Tegal berhasil ditangkap. Sementara 2 orang lainnya masih buron.

Menurut keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Johanson Ronald Simamora mengatakan penangkapan dilakukan hari Rabu (12/4) kemarin antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di Kabupaten Brebes.

Johanson mengatakan, “Dua pelaku sudah diamankan tim gabungan Jatanras dan Polres Tegal. Diamankan tanggal 12 jam 06.00 sampai 07.00 WIB. Pertama Mulyadi kemudian Atmin. Pertama di kos-kosan kedua Atmin di kontrakan,” ujarnya di Mapolda Jateng, Kamis (13/4/2023).

Kemudian dia menjelaskan masih ada dua orang komplotan pelaku rampok berjenis kelamin perempuan dan laki-laki yang masih buron dan dalam pengejaran. Walaupun kedua orang itu tidak ikut memukul dan mengikat korban, namun berperan pura-pura sebagai penumpang di mobil pelaku.

“Dua lagi perempuan dan laki-laki hanya ikut saja,” tegasnya.

Selanjutnya Johanson menjelaskan peristiwa perampokan terjadi Jumat (7/4) dini hari. Berawal pada Kamis (6/4) malam korban tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan hendak ke Semarang. Kemudian pelaku menawarkan jasa antar dengan mobil pribadi dan korban ikut.

Disebutkan Johanson, “Korban perjalanan menggunakan pesawat. Terus ingin melanjutkan pakai bus kemudian ada yang tawarkan jasa semacam travel,” ujarnya.

Sementara saat di dalam mobil itu juga sempat menjemput penumpang lain yang ternyata komplotan. Dan saat ketika korban lelah dan tertidur dalam perjalanan sekitar Tegal, korban diikat, dilakban. Tidak itu saja, uang dan barang berharganya dilucuti bahkan pelaku meminta nomor pin ATM.

Selanjutnya dijelaskan Johanson, “Korban tidur dilakban dan diikat dan diancam menggunakan senjata tajam. Kemudian pelaku minta nomor PIN ATM. Ada dua ATM. Uang, tas milik yang bersangkutan mengambil uang yang di ATM setelah pasword diberikan. Kerugian total Rp 8 juta,” jelasnya.

Sesampainya di daerah Bumiayu, korban dibuang di pinggir jalan. Setelah itu korban yang berteriak ditolong oleh dua saksi dan akhirnya dilaporkan ke kantor polisi setempat.

Dikatakan Johanson, “Korban berteriak kemudian ditolong oleh warga untuk melapor polisi,” ujarnya.

Hingga saat ini kedua pelaku yang dibekuk masih terus dimintai keterangan di Mapolres Tegal. Sementara diketahui Mulyadi adalah pemilik ide perampokan dan pengemudi mobil, sedangkan Atmin bertugas membekap korban.

Korban adalah prajurit AL yang pulang dinas dari Sorong, Papua Barat pada Kamis (6/4), pukul 19.00 WIB, kemudian korban membeli tiket travel seharga Rp 380 ribu dari seorang agen travel.

Setelah itu korban lalu menumpang mobil travel tersebut pukul 01.30 WIB, dan meninggalkan Bandara Soetta dengan 4 penumpang lain. Adapun empat penumpang lainnya terdiri atas dua orang yang dijemput sebelum dan dua orang yang dijemput setelahnya.

Sementara itu menurut keterangan Kadis Penerangan AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, mengatakan “Tiba di pom bensin Majalengka Jawa Barat. Saat korban tertidur, dan dalam keadaan setengah sadar, dirinya menyadari kaki korban sudah terikat dan kepala dipukul, serta diikat menggunakan lakban hitam,” ujarnya di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim).

Sehingga akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian Rp 2.700.000, ponsel pribadi, dan sejumlah kartu identitas. Selanjutnya Julius berharap koordinasi antara TNI AL dan Polri dapat mempercepat tertangkapnya para perampok.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article