SUMBA BARAT DAYA – Memasuki Kamis (14/05/2026), semangat kerja keras Anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1629/SBD tak pernah surut. Kegiatan pembuatan dan pelebaran akses jalan utama di Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, kembali dipercepat secara signifikan. Mengacu pada progres pekerjaan hari-hari sebelumnya yang telah menunjukkan hasil nyata, hari ini seluruh kekuatan personel dan peralatan berat kembali dikerahkan secara maksimal untuk menyelesaikan tahap pemadatan, perataan, dan pembentukan badan jalan agar kokoh, lebar, dan siap difungsikan sepenuhnya.
Di lokasi pekerjaan yang berada di dataran berbukit dengan tanah berwarna merah khas wilayah Sumba, suasana kerja tampak sangat dinamis, sibuk, dan penuh semangat. Terlihat jelas alat berat ekskavator beroperasi terus-menerus, mengerjakan pemotongan tebing tanah yang masih menjorok, meratakan timbunan tanah, serta membentuk kemiringan jalan agar air hujan dapat mengalir lancar ke saluran pembuangan dan tidak menggenang di badan jalan. Sementara itu, para anggota Satgas tampak terjun langsung ke lapangan, mengawasi gerak alat berat, sekaligus mengerjakan detail-detail kecil yang sulit dijangkau mesin. Ada yang mengukur lebar dan tinggi jalan, merapikan sisi bahu jalan, hingga memadatkan tanah di celah-celah sempit, memastikan setiap sentimeter konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Pekerjaan hari ini menjadi kelanjutan krusial dari tahap pembukaan jalur yang sudah dilakukan sebelumnya. Jika sebelumnya fokus utamanya adalah membuka jalur dan melebarkan badan jalan dari yang sempit menjadi lebar, maka saat ini kegiatan diarahkan pada pemantapan struktur jalan agar memiliki daya dukung kuat terhadap beban kendaraan. Medan yang berlereng dan banyak bebatuan menjadi tantangan tersendiri, namun hal tersebut dijawab dengan kerja sama yang kompak antara operator alat berat dan personel di lapangan, di mana komunikasi terus terjalin agar hasil galian dan perataan presisi dan aman.
Seperti hari-hari sebelumnya, warga masyarakat setempat juga tidak kalah giatnya membantu. Puluhan warga datang membawa peralatan sederhana, bergabung bersama prajurit untuk merapikan pinggiran jalan, membersihkan sisa-sisa akar dan semak, serta mengangkut material pendukung. Sinergi ini membuat pekerjaan yang berat dan luas cakupannya menjadi jauh lebih ringan dan cepat selesai. Warga pun tampak semakin gembira melihat perubahan drastis akses jalan di desa mereka yang kini semakin lebar, mulus, dan terbuka luas menghubungkan antarwilayah.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1629/SBD, Letkol Inf. Deny Ahdiani Amir M.Han, M.Han, yang kembali hadir meninjau langsung kemajuan pekerjaan, menyampaikan rasa puasnya atas pencapaian yang diraih tim. Ia menegaskan, percepatan yang dilakukan saat ini sangat penting mengingat waktu pelaksanaan TMMD semakin mendekati tahap penutupan, sehingga seluruh sasaran fisik harus tuntas dan berfungsi maksimal tepat waktu.
“Kita lihat sendiri perkembangannya, jalan yang dulunya sempit, terjal, dan sulit dilewati, sekarang sudah berubah menjadi lebar dan terbuka luas. Hari ini kita genjot lagi perataan dan pemadatannya agar struktur tanahnya padat dan kokoh. Kami manfaatkan alat berat seoptimal mungkin dibantu tenaga personel dan warga agar progres makin cepat naik. Target kami tegas: sebelum penutupan TMMD nanti, jalan ini sudah terbentuk sempurna, aman dilalui, dan menjadi aset permanen bagi kemajuan ekonomi masyarakat Wewewa Selatan,” tegas Dansatgas di lokasi pekerjaan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pembangunan jalan ini adalah urat nadi perekonomian desa. Ketika akses sudah baik, hasil bumi warga seperti kopra, jagung, dan hasil kebun lainnya dapat diangkut keluar dengan mudah, harga jual meningkat, dan kehidupan ekonomi masyarakat pasti akan bangkit. Oleh karena itu, kualitas pengerjaan tetap menjadi prioritas utama, tidak hanya sekadar selesai, tapi juga awet dan tahan lama.
“Kami pastikan konstruksinya kuat, tidak mudah rusak saat hujan maupun kemarau. Kami bangun bukan untuk sementara, tapi untuk jangka panjang, agar manfaatnya bisa dirasakan anak cucu ke depannya. Semangat gotong royong yang terjalin ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan ini milik kita semua, TNI dan rakyat bersatu membangun desa,” tambahnya.(faiza)




















