Iklan
Iklan

Festival Literasi 2026 Kota Sawahlunto Literasi Menghidupkan Kreativitas Menggerakkan Masa Depan

Sawahlunto,dutametro.com – Literasi menghidupkan Sawahlunto, kreativitas menggerakkan masa depan menjadi tema Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026 yang digelar 14 – 16 Oktober 2026 di Perpustakaan Muhammad Yamin. Resmi dibuka Wali Kota Riyanda Putra juga dihadiri kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi dan Bunda Literasi Kota Sawahlunto Yori Riyanda Putra, Rabu (14/10/2026).

Wako Sawahlunto berharap, festival Literasi menjadi momentum sebagai pondasi awal memajukan literasi di Sawahlunto dalam membangun sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan.
“Gerakkan bersama membangun kreativitas dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sawahlunto. Membangun Literasi tidak saja tugas pemerintah, tetapi harus tumbuh dari rumah, sekolah dan lingkungan sekitar. Jadikan membaca bagian dari kehidupan masyarakat,” harap Wako Riyanda Putra.

Dengan literasi kata Riyanda, masyarakat terutama generasi muda bisa memahami informasi secara utuh. Untuk itu kata dia lagi, mari bersama -sama lebih memahami literasi secara mendalam sehingga bisa menyampaikan informasi secara utuh dan benar.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya festival Literasi Kota Sawahlunto. Kegiatan ini kata dia menjadi kunci dalam membangun peradaban dan pondasi utama dalam mencerdaskan generasi.

Salah satu yang dapat dilakukan dalam pengembangan literasi sebut Jumaidi, yakni gerakkan wakaf buku.
“Wakaf buku ke perpustakaan desa atau kelurahan, sehingga generasi muda bisa menjangkau lebih mudah dan dapat menggali ilmu pengetahuan disekitar lingkungan tempat tinggal,” kata Jumaidi.

Sementara bunda literasi kota Sawahlunto Yori Riyanda menyebut literasi tidak cukup hanya dengan membaca atau menulis. Kita perlu mendorong lahirnya karya dan perilaku yang mencerminkan pemahaman, kreativitas, dan etika.

Adapun festival literasi adalah untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca serta menulis, mendorong kreativitas dan pemikiran kritis di kalangan masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi untuk kehidupan yang lebih baik.
“Selain itu, festival ini juga menjadi wadah untuk apresiasi capaian literasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan berbagai pihak, seperti UMKM,” kata dia.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News