Stop KDRT, Pokja I TPPKK Tanah Datar Sosialisasi Kesetaraan Gender

oleh -288 Dilihat

Tanah Datar, Dutametro-Upaya wujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah dan rumah tangga yang harmonis Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Pokja I gelar sosialisasi kesetaraan gender dengan narasumber Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag, M.Si, Ph.D dari Jakarta di Aula Kantor PKK Tanah Datar, Senin (14/03).

Sosialisasi Kesetaraan Gender dengan tema, “Wujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah itu diikuti oleh Pengurus TPPKK Kabupaten Tanah Datar, OPD, Ketua TPPKK kecamatan-se Tanah Datar, Organisasi kewanitaan Tanah Datar.

Ketua TPPKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra katakan kesetaraan gender sebagai modal utama dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan harmonis. Dengan sosialisasi yang dilaksanakan tersebut dapat membuka wawasan peserta dengan saling memahami masing-masing pasangan karena itu kunci dalam kehidupan berumah tangga dan sebagai upaya mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Sakinah Mawaddah Warahmah, bagaimana kita memaknai, menikmati hidup, bahagia, menemukan ketenangan batin dan ketentraman jiwa, pada akhirnya yang dituju surga Nya Allah.SWT,”ucapnya.

Dikatakan Ny. Lise Eka Putra, suami sebagai kepala rumah tangga bukan berarti bisa semena-mena, namun bagaimana bisa dihormati dan dihargai serta penuh tanggung jawab terhadap keluarga.

Sementara Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag, M.Si, Ph.D yang juga bertugas di Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dalam materinya yang berjudul, “Ketersalingan Suami Isteri untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah”, disampaikan tugas dan mandat Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan mempunyai mandat mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakkan HAM, khususnya Hak Asasi Perempuan di Indonesia.

Meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan Hak Asasi Perempuan.

Sementara untuk tugas Komnas Perempuan disampaikan Alimatul, meningkatka kesadaran publik, melakukan tinjau ulang dan reformasi atas produk hukum dan peraturan, melakukan pemantauan dan melaporkan kekerasan terhadap perempuan, menyediakan masukan dan rekomendasi dan membangun kerjasama atau kemitraan (lokal, nasional, regional, internasional).

Terkait kesetaraan gender dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dikatakannya pertama membangun komitmen untuk membina keluarga yang bahagia dan langgeng berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Rahman dan Rahim.

Kedua melaksanakan perkawinan dengan prinsip otonomi, kedewasaan dengan mempertimbangkan usia yang matang/dewasa, mitsaqan ghalizhan, kekekalan keluarga, pencatatan pernikahan, al-qiwamah dan monogami.

Dan ketiga menjalin hubungan antara anggota dalam keluarga dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf yaitu saling menyayangi, saling menghargai, saling memberdayakan dan tanpa kekerasan dalam dalam rumah tangga. (Hms-tppkk/mnh)