Rabu, April 17, 2024

Jet Tempur Su-27 Rusia Tabrak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS

Must read

Washington, Dutametro.com – Jet tempur Su-27 Moskow telah menabrak dan menjatuhkan drone MQ-9 Reaper Amerika ke Laut Hitam pada Selasa, ujar Militer Amerika Serikat (AS). Senator Washington Chuck Schumer menyampaikan pesan yang membuat Presiden Rusia Vladimir Putin seperti disentil.

Sementara itu Schumer, Pemimpin Mayoritas Senat AS, menyebut insiden yang menyebabkan jatuhnya drone mata-mata canggih tersebut sebagai tindakan sembrono lainnya oleh Putin dan militernya.

Selanjutnya disebutkan Schumer dalam pidato pembukaan Senat AS, “Saya ingin memberi tahu Putin: Hentikan perilaku ini sebelum Anda menjadi alasan eskalasi yang tidak diinginkan,” ujarnya pada hari Selasa, yang dilansir Reuters, Rabu (15/3/2023).

Sedangkan Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengkonfirmasi bahwa Presiden Joe Biden telah diberi pengarahan tentang insiden tersebut dan bahwa tidak jarang terjadi pencegatan oleh Pesawat Rusia terhadap pesawat AS di atas Laut Hitam.

Kemudian dengan sedikit emosional Kirby menyebut, “Tapi yang ini jelas patut diperhatikan karena betapa tidak aman dan tidak profesionalnya, betapa sembrononya, dan menyebabkan jatuhnya salah satu pesawat kami,” ujarnya. “Jadi, ini unik dalam hal itu.”

Ketika disinggung apa motif pilot Rusia tersebut, Kirby mengatakan dia belum tahu persis apa niat pilot Rusia menjatuhkan drone Amerika. Namun menurut Kirby, “Jika pesannya adalah bahwa mereka ingin menghalangi atau mencegah kami terbang dan beroperasi di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam, maka itu pesan akan gagal, karena itu tidak akan terjadi,” ujarnya.

“Kami akan terus terbang dan beroperasi di wilayah udara internasional di atas perairan internasional,” imbuh dia.

Disebut Kirby, “Laut Hitam bukan milik satu negara, dan kami akan terus melakukan apa yang perlu kami lakukan untuk kepentingan keamanan nasional kami sendiri di bagian dunia itu.”

Adapun pernyataan itu muncul tak lama setelah Komando Eropa (EUCOM) Amerika Serikat menerbitkan pernyataan yang mengungkap insiden tersebut, di mana dua pesawat jet tempur Su-27 Rusia disebut telah membuang bahan bakar pada drone MQ-9 Reaper yang dioperasikan oleh Angkatan Udara AS. Kedua jet tempur itu kemudian terbang di depan drone tersebut sebelum salah satu jet menabrak baling-baling drone, menyebabkan pasukan AS memutuskan untuk membiarkannya jatuh ke laut.

Sementara menurut Jenderal James B Hecker, komandan Angkatan Udara AS untuk Eropa dan Afrika, mengatakan “Pesawat MQ-9 kami sedang melakukan operasi rutin di wilayah udara internasional ketika dicegat dan ditabrak oleh pesawat Rusia, mengakibatkan kecelakaan dan hilangnya MQ-9 sepenuhnya,” katanya.

“Faktanya, tindakan Rusia yang tidak aman dan tidak profesional ini hampir menyebabkan kedua pesawat [tempur] jatuh.”

Kemudian imbuh  Jenderal Hecker, “Pesawat AS dan Sekutu akan terus beroperasi di wilayah udara internasional dan kami meminta Rusia untuk bertindak secara profesional dan aman,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah klaim bahwa jet tempur Su-27 Moskow menabrak dan menjatuhkan drone MQ-9 Reaper AS ke Laut Hitam pada Selasa pagi.

Menurut kementerian tersebut, drone mata-mata militer Amerika itu jatuh karena manuver tajam.

Kemudian dikatakan oleh Kementerian Rusia, “Jet tempur Rusia tidak menggunakan senjata mereka, tidak melakukan kontak dengan UAV dan kembali dengan selamat ke lapangan terbang asal mereka,” katanya.(HA)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article