Kebumen – Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, tak lagi sunyi. Raungan molen memecah udara, menggema di antara perbukitan—sebuah tanda bahwa harapan masyarakat mulai dipatri oleh tangan-tangan pengabdian, Selasa (17/02/2026).
Di lokasi pembangunan rabat beton, Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen bergerak tanpa jeda. Putaran molen berderu ritmis, mencampur semen, pasir, dan kerikil menjadi adukan kokoh. Bagi prajurit dan warga, itu bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan denyut perjuangan yang sedang dituliskan di atas tanah desa.
Keringat membasahi seragam loreng. Nafas tersengal tertutup suara mesin yang terus meraung. Namun tak satu pun langkah surut. Dengan semangat gotong royong, TNI dan masyarakat bergantian menuang, mengaduk, dan meratakan—seolah sedang menanam harapan agar kelak jalan ini benar-benar menghidupkan desa.
Komandan Satgas TMMD Reguler ke-127 menuturkan dengan nada penuh keyakinan,
“Setiap putaran molen adalah doa yang bekerja. Kami ingin jalan ini menjadi bukti bahwa negara hadir dan rakyat tidak berjalan sendiri.”
Di tepi pekerjaan, beberapa warga menatap dengan mata berbinar. Mereka tahu, rabat beton yang sedang dibangun bukan hanya memudahkan langkah—tetapi juga membuka pintu rezeki, mempercepat akses, dan mendekatkan mimpi-mimpi yang selama ini terasa jauh.
Hari itu, Somagede menjadi saksi, bahwa dari raungan molen dan peluh kebersamaan, sedang lahir sebuah jalan harapan. Jalan yang dipatri oleh semangat, dijaga oleh kebersamaan, dan dipersembahkan sepenuh hati untuk rakyat. ScM











