TALIABU | dutametro.com – Di bawah kepemimpinan Bupati Pulau Taliabu Salshabilla Widya L. Mus bersama Wakil Bupati La Ode Yasir, peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut justru dimanfaatkan sebagai titik balik transformasi ekonomi desa berbasis kreativitas dan inovasi generasi muda.
Kepemimpinan muda dan visioner ini meletakkan fondasi besar untuk mengubah ide-ide kreatif anak muda desa menjadi kekuatan ekonomi nyata. Hal itu diwujudkan melalui rangkaian kegiatan edukatif, mulai dari coaching clinic, penguatan kapasitas UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih, hingga pameran produk lokal yang digelar pekan lalu.
Bupati Salshabilla menegaskan bahwa misi utamanya adalah menghapus stigma lama bahwa produk desa hanya layak untuk konsumsi lokal. Menurutnya, kreativitas generasi muda merupakan kunci utama untuk membuka akses pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.
“Kreativitas adalah modal besar. Namun tanpa arah dan pendampingan, potensi itu bisa terpendam,” ujarnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menggandeng sejumlah pakar nasional, di antaranya Nurhidayah Rasyid, CEO Daya Corpora Group, serta Zandri Aldyn dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Kolaborasi ini bertujuan membekali masyarakat dengan literasi keuangan, strategi digital, serta penguatan jejaring usaha.
Saat membuka Coaching Clinic UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih, Senin (12/01/2026), Salshabilla menegaskan bahwa UMKM desa tidak boleh hanya bertahan hidup.
“Saya tidak ingin UMKM desa kita hanya sekadar bertahan. Saya ingin produk desa diproduksi dengan nilai tambah, memiliki daya saing, dan mampu mengakses pasar secara mandiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, produk desa harus dikembangkan secara profesional agar tidak bergantung secara berlebihan pada pihak luar, sekaligus mampu bersaing di pasar modern.
Bagi Salshabilla, desa adalah masa depan yang harus dikelola dengan pendekatan baru. Melalui visi “Membangun Bersama”, ia mendorong sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan agar tidak lagi dikelola secara konvensional.
Harapan besar pun disematkan di pundak generasi muda agar potensi alam Pulau Taliabu dapat ditransformasikan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.
Lebih lanjut, bupati perempuan termuda ini memandang UMKM bukan sekadar mesin penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga wajah nyata semangat gotong royong masyarakat desa. Dengan mendorong kreativitas di tingkat akar rumput, pemerintah daerah tengah membangun fondasi kemandirian ekonomi yang kokoh dari desa.
Target besarnya adalah menghadirkan produk asli Taliabu, mulai dari olahan hasil laut hingga kerajinan tangan, agar mampu bersaing sejajar dengan produk nasional di pasar modern.
Dalam upaya tersebut, Salshabilla memposisikan pemerintah daerah sebagai penyedia ruang belajar sekaligus jembatan menuju pasar, bukan sekadar pemberi izin administratif.
“Kita semua harus mendorong ekonomi kreatif dari desa sebagai sumber harapan baru, terutama bagi generasi muda kita,” serunya.
Pasca peringatan Hardesnas 2026, Salshabilla memastikan bahwa kreativitas masyarakat Pulau Taliabu kini telah bergeser dari sekadar hobi menjadi kekuatan ekonomi yang siap bersaing di kancah nasional.
(Jak)



