Kamis, Juni 13, 2024

Seminar Kewirausahaan di Kabupaten Agam, Bupati Solok dan Anggota DPR RI Sampaikan Ini

Must read

Kb. Solok, Bupati Solok Epyardi Asda dan Anggota DPR RI Athari Gauti Ardi Jadi Narasumber Seminar Kewirausahaan yang digelar di Menara Mualimin Muhammadiyah Kabupaten Agam pada hari Sabtu, 18 Mei 2024, menghadirkan narasumber penting yaitu Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar, dan Anggota DPR RI Komisi V, Athari Gauti Ardi. Acara ini dihadiri oleh kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Solok, ratusan mahasiswa dari Kabupaten Agam, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi V DPR RI, Athari Gauti Ardi, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik dan informasi. “Mahasiswa atau generasi muda harus melek informasi dan tidak alergi terhadap politik. Informasi dan politik berkaitan dengan kebijakan yang membawa perubahan dalam dunia kewirausahaan. Saya yakin anak muda sekarang lebih kritis dan melek informasi. Namun, sebagai generasi penerus bangsa, pemuda juga mesti tahu politik. Politik adalah jalan untuk menentukan kebijakan, jadi jangan sampai alergi,” ujar Athari.

Ia juga mengajak generasi muda untuk optimis dalam menggapai mimpi mereka. “Jangan pernah patah semangat, apalagi jika membandingkan diri dengan mereka yang lebih beruntung. Doa dan restu orang tua serta niat yang kuat akan menjadi kunci untuk mencapai keinginan dan cita-cita. Kenapa kita bisa percaya pada pilot yang membawa kita terbang sementara kita tidak mengenalnya? Apalagi kita sebagai orang beriman tentu percaya kepada kebesaran Allah yang bisa mengubah semuanya,” tambah Athari.

Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar, dalam paparannya menggarisbawahi pentingnya pengalaman dan jaringan dalam dunia kewirausahaan. “Menjadi pengusaha atau wirausaha muda mesti punya pengalaman dan jaringan. Tetaplah dengan niat untuk memberikan kesejahteraan bagi orang tua kita. Niatkan untuk orang tua. Lalu, yang penting adalah pengalaman dan jaringan. Pengalaman adalah kunci yang berharga, sementara hasilnya tentu perlu jaringan untuk menyebarluaskannya,” ujar Epyardi.

Ia juga mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya berpatokan menjadi pegawai negeri, tetapi juga untuk menjadi pengusaha. “Jika ingin menjadi orang yang sukses atau kaya, jangan hanya berpatokan menjadi pegawai negeri. Tapi jadi pengusaha. Boleh saja kalian menjadi pegawai, tetapi jangan berpatokan di situ. Harus lebih luas, seperti berwirausaha dan menjadi pengusaha,” kata Epyardi.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para mahasiswa untuk mengembangkan semangat kewirausahaan serta berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Admin

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article