Tanah Datar — Praktisi Hukum sekaligus Wartawan Utama, Joni Hermanto, S.H., mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh panitia Hoegeng Awards 2026 terkait partisipasinya dalam Uji Publik nominasi Polisi Berdedikasi.
Menurut Joni, pihak panitia menanyakan sejumlah hal mengenai sosok Aiptu Dafit Rico Dermawan alias David Wewe, yang saat ini masuk dalam nominasi Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi.
Joni menjelaskan, dirinya menyampaikan secara terbuka kepada panitia bahwa ia tidak memiliki hubungan pribadi maupun mengenal langsung sosok David Wewe. Karena itu, seluruh pandangan dan masukan yang ia berikan murni berdasarkan apa yang ia lihat di media sosial, dokumentasi publik yang beredar, serta berbagai pandangan masyarakat terkait figur tersebut.
“Saya sampaikan kepada panitia bahwa saya tidak kenal secara pribadi dengan beliau. Apa yang saya sampaikan murni berdasarkan dokumentasi yang dipublikasikan sendiri di media sosial serta pandangan publik yang berkembang,” ujar Joni, Kamis (21/05/2026).
Dalam komunikasi tersebut, Joni kembali menegaskan pandangannya bahwa David Wewe belum layak masuk nominasi Hoegeng Awards 2026 karena persoalan keteladanan dan integritas yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius.
Menurut Joni, Hoegeng Awards bukan sekadar penghargaan terhadap polisi yang populer atau viral di media sosial, melainkan penghargaan yang membawa nama besar Hoegeng Imam Santoso sebagai simbol integritas, kesederhanaan, dan kepatuhan terhadap hukum.
“Polisi berdedikasi bukan hanya soal keberanian di lapangan, tetapi juga soal keteladanan dalam mematuhi aturan. Jangan sampai masyarakat menerima pesan bahwa pelanggaran hukum dapat dimaklumi hanya karena seseorang dianggap berhasil menangkap penjahat,” tegasnya.
Joni juga menegaskan bahwa kritik dan pandangannya tersebut bukan dilandasi kebencian pribadi terhadap David Wewe. Ia mengaku tidak memiliki persoalan apa pun dengan yang bersangkutan.
“Ini bukan karena kebencian atau ingin menjatuhkan seseorang. Saya bahkan tidak mengenal beliau. Kritik ini lahir karena kepedulian saya terhadap marwah institusi Polri dan nilai-nilai yang diwariskan Hoegeng,” katanya.
Lebih lanjut, Joni menilai masih banyak anggota Polri lain yang menurutnya lebih layak mendapatkan penghargaan Hoegeng Awards 2026 karena bekerja dengan dedikasi tinggi tanpa menjadikan penegakan hukum sebagai panggung popularitas.
Beberapa nama yang disebut Joni di antaranya Purnomo yang bertugas di Polres Lamongan, kemudian Rizky anggota Patwal Lantas Polres Cimahi, serta M. Junaidi yang dinilai memiliki dedikasi tinggi kepada masyarakat.
“Masih banyak polisi baik, tulus, dan berdedikasi yang bekerja tanpa sorotan kamera. Mereka mungkin tidak viral, tetapi justru itulah esensi pengabdian yang sesungguhnya,” tutup Joni.
Sebelumnya nama Aiptu Dafit Rico Dermawan alias David Wewe masuk dalam nominasi tiga besar Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi.
Joni Hermanto lalu diberi kesempatan Uji Publik yang diselenggarakan oleh detikcom bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dan menyampaikan keberatan secara resmi terkait sejumlah dokumentasi di media sosial yang memperlihatkan dugaan pelanggaran lalu lintas saat operasi penangkapan yang dilakukan oleh David Wewe dan anggotanya.
Dari situlah kemudian panitia menghubungi Joni Hermanto untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pandangan dan masukan yang telah disampaikan dalam proses uji publik tersebut.




















