Minggu, Juli 21, 2024

Diimingi Kerjasama Antar Kampus, Oknum Dosen UNIAS Dihipnotis Melalui Vidio Call WhatsApp

More articles

Gunungsitoli,dutametro.com .-Pihak Rektorat Universitas Nias (Unias)
Memaparkan kronologis atas sebuah peristiwa Viralnya Video Call Sex (VCS) yang sempat menghebohkan platform media sosial karena menyeret salah seorang Oknum Dosen Unias.

Melalui Kepala Biro Inovasi, Kerjasama dan Humas Unias Trisman Harefa, S.S., M.Pd sabtu, 22/06/2024 kepada awak media Dutametro.com menuturkan bahwa Oknum Dosen Unias inisial NZ telah diperiksa oleh pihak Unias.

“Kita telah mendalami peristiwa VCS tersebut dengan meminta keterangan klarifikasi dari pihak NZ, dan dari penuturan NZ juga setelah kita memeriksa IP Phone selular yang digunakan oleh lawannya VCS, maka diduga lawannya VCS berada di bengkulu dan bandung.” ucapnya

Trisman menguraikan, dari keterangan NZ pada 10/06/2024, dapat dijelaskan kronologi kejadian sebagai berikut,
Pertama. Pada hari Senin, 03/06/2024 sekira pukul 10,21 Wib, NZ ditelpon oleh seorang pria yang mengaku bernama Aldi Subartono, dan mengaku salah seorang Dosen di Universitas yang berlokasi di Kota Bandung tanpa menyebutkan nama kampus dengan bertanya kepada NZ tentang penerimaan mahasiswa baru di UNIAS, kemudian dalam Komunikasi perdana itu mengajak NZ untuk bekerja sama terkait pertukaran pelajar antar kampus juga terkait tentang peningkatan kampus, Kedua. Pada hari Rabu, 05/06/2024 sekira pukul 10.07 Wib, Aldi Subartono kembali menghubungi NZ melalui akun WhatsApp untuk menanyakan kelanjutan kerjasama antar kampus seperti pembicaraan sebelumnya, sembari meminta NZ untuk menunjukkan berkas-berkas yang telah disiapkan dalam menunjang kerjasama tersebut melalui Video Call WhatsApp, ditengah-tengah perbincangan NZ tidak sadarkan diri sampai menuruti semua kemauan Aldi Subartono hingga Vcs terjadi, Ketiga. Pada hari Kamis, 06/06/2024 sekira Pukul 09.06 Wib sampai dengan 09.19 Wib, Aldi Subartono mengancam sekaligus mengirim video call bugil NZ yang tidak disadarinya di akun whatsapp dengan setel sekali lihat Video melalui Whatsapp sementara foto bugilnya sudah disebarluaskan kepada akun messenger milik beberapa mahasiswa, saudara dan rekan kerjanya NZ , juga kepada NZ, sehingga NZ terkejut karena ia menyadari tidak melakukan hal tak senonoh seperti yang ada di video dan merasa di hipnotis, Keempat. Kemudian pria mengaku Aldi Subartono menelefon NZ untuk meminta mengirimkan uang sebesar dua puluh lima juta rupiah, dengan ancaman apabila uang tersebut tidak dikirimkan maka video akan dikirimkan ke pertemanan NZ di FB satu persatu, Kelima. Sejak tersebar di media sosial video tersebut yang dilakukan oleh nomor 08567054415 atas nama pemilik Aldi Subartono, Keenam Atas kejadian itu, NZ sangat merasa dipermalukan dan stress karena mendapat penilaian buruk baik dari keluarga besar, rekan kerja, dan teman-teman media sosial lainnya,” Urai Humas melalui Press releasenya

Rektor Unias Elyunus Waruwu, S.Pt., M.Si kepada awak media dutametro.com mengatakan Kita telah memeriksa NZ terkait VCS itu.

“Setelah VCS itu banyak dibicarakan dan menjadi isu hangat diPlatform media sosial maka kita memanggil dekan dan memerintahkan untuk meminta klarifikasi kepada NZ atas peristiwa yang ada di VCS, yang artinya bahwa NZ pada saat itu alam sadarnya dikendalikan oleh orang lain, tentunya kita juga telah meminta beberapa screnshhot rentetan komunikasi antara NZ dan orang yang mengaku AS, sehingga kita dari pihak UNIAS menyimpulkan bahwa NZ merupakan Korban. “Ucap Rektor (herman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest