Solok,dutametro.com.- Tergerak rasa kemanusian, melihat saudara yang lain tertimpa bencana, PT Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) bersama Hiswana Migas Sumatera Barat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Rabu (23/9/2026) sore.
Bantuan tersebut berupa paket sembako, selimut, popok, hingga tabung gas untuk mendukung kebutuhan dapur umum dan warga yang masih mengungsi.
SBM Sumatra IV Gas Retail, Muhammad Hilal, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pertamina dan Hiswana Migas terhadap warga terdampak bencana.
“Kami dari Pertamina Patra Niaga Sales Area Sumatera Barat turut menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya bencana ini. Semoga bisa segera pulih,” ujar Muhammad Hilal, Rabu sore.
Bantuan yang disalurkan di antaranya beras, minyak goreng, telur, selimut, popok, serta tabung gas untuk kebutuhan dapur umum.
“Untuk hari ini kami menyerahkan bantuan berupa paket sembako, selimut, popok untuk pengungsi, dan juga tabung gas untuk keperluan dapur umum,” katanya.
Untuk tahap awal respons bencana, bantuan dibawa menggunakan satu unit kendaraan pikap.
Hiswana Migas Sumatera Barat juga ikut dalam penyaluran bantuan tersebut. Menurut Hilal, pihaknya mengajak para mitra untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak.
“Kami mengajak teman-teman Hiswana Migas Sumatera Barat untuk bersama-sama merespons bencana yang sudah terjadi. Saat ini Hiswana Migas juga membantu sembako untuk kebutuhan para pengungsi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penanganan bencana.
“Terima kasih kepada semua pihak. Banyak sekali support, baik dari vertikal, Forkopimda, maupun pemerintah pusat. Alhamdulillah luar biasa dan tentu ini menjadi harapan bagi masyarakat kita yang terdampak,” kata Jon Firman Pandu, Rabu sore.
Jon mengatakan kondisi penanganan bencana pada Rabu sore relatif kondusif dan terkendali. Meski demikian, masyarakat diminta tetap bersabar dan meningkatkan kewaspadaan.
“Yang kita perlukan pertama kesabaran, sabar masyarakatnya. Insya Allah semua kita turunkan secara optimal. TNI, Polri, kejaksaan, semua membantu kita hari ini,” ujarnya.
Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah daerah menyiapkan skema hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap.
“Jangka pendeknya tentu persiapan dana tunggu hunian. Sementara itu, mungkin yang rumahnya rusak berat kita siapkan hunian tetapnya,” kata Jon.
Berdasarkan data sementara yang diterima Pemerintah Kabupaten Solok hingga Rabu sore, sebanyak 19 rumah mengalami kerusakan berat, 16 rumah rusak sedang, dan sekitar 40 rumah mengalami kerusakan ringan.
Terkait kebutuhan bahan bakar untuk alat berat yang digunakan dalam proses penanganan bencana, Pertamina menyatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Untuk bantuan alat berat sendiri kami tentunya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah, khususnya terkait penyediaan bahan bakar dan masih dikomunikasikan lebih lanjut,” ujar Hilal.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh unsur terkait masih melanjutkan penanganan dampak bencana, termasuk pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta penyiapan hunian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.(***)









