Sawahlunto,dutametro.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto menggelar sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi daerah rawan bencana. Kegiatan yang digelar, Rabu (23/09/2026) di Meervon Kandi itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana dibuka oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah.
Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Sawahlunto Hilmet menyebut, kegiatan ini diikuti utusan dari Desa, Kelurahan dan Kecamatan, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat terutama aparatur Desa dan Kelurahan dalam mengurangi resiko akibat bencana.
Mengantisipasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Penanganan bencana tidak bisa oleh BPBD saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus ikut terlibat. Setidaknya masyarakat mampu meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir dampak dari bencana yang terjadi,” kata Hilmet.
Ditambahkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sawahlunto Bet Mukhardi, pencegahan dan kesiapsiagaan adalah dua pilar utama dalam manajemen penanggulangan bencana pada tahap pra-bencana yang bertujuan untuk meminimalkan risiko, korban jiwa, serta kerusakan materil.
“Di Sawahlunto sudah 7 yang Desa Tangguh Bencana (Destana), dimana warganya tidak saja cepat respons saat bencana terjadi, tetapi juga tentang kesiapsiagaan dan pencegahan secara menyeluruh,” kata dia.
Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah dalam sambutannya menekankan agar kegiatan ini bukan sekedar seremonial,akan tetetapi bisa menyiapkan masyarakat sehingga siaga dan sigap menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba.
“Keberhasilan mitigasi bencana, akan bisa mengurangi dampak dan resiko dari bencana itu sendiri. Mengajak secara aktif masyarakat untuk mengkaji daerah rawan bencana diwilayahnya masing-masing,” sebut Wawako Jeffry Hibatullah.
Dalam kesempatan itu Jefffry Hibatullah juga mengimbau agar masyarakat lebih peduli akan hal-hal kecil seperti kebersihan riol atau saluran air termasuk penebangan pohon secara sembarangan.
“Kalau ada riol yang tersumbat, jangan dibiarkan saja, akan tetapi lebih peduli dengan membersihkan, sehingga resiko yang akan ditimbulkan dapat diminimalisir,” imbau Wawako Jeffry.(riky)









