HJK Padang Panjang ke-231 akan Digelar Secara Sederhana

oleh

Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-231 tinggal menghitung hari. Tepatnya pada 1 Desember 2021 mendatang dan akan digelar secara sederhana.

Biasanya Padang Panjang menggelar kegiatan kesenian, musik, bahkan acara keagamaan dan rapat paripurna istimewa.

“Khusus untuk tahun ini, kita hanya akan menggelar HJK dengan Rapat Paripurna Istimewa saja. Sebab saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Kita akan gelar yang sederhana saja. Tidak ada hiburan yang akan menampilkan artis ibu kota seperti biasa,” ungkap Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Padang Panjang, Wita Desi Susanti, ST kepada Kominfo, Rabu (24/11).

Dikatakan Wita, di Rapat Paripurna Istimewa, dikemas acara dengan mengedepankan kearifan lokal. Akan ada prosesi “mamangia” (memanggil-red) Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang ada di Padang Panjang. Tiga KAN itu terdiri dari KAN Gunung, KAN Bukit Surungan dan KAN Lareh Nan Panjang.

“Untuk tahun ini, akan menjadi “Sipangka Adaik” KAN Gunung. Setiap KAN di Padang Panjang ini memiliki keistimewaan tersendiri. Khusus di KAN Gunung ini, keistimewaannya adalah ada makanan adat yang disajikan di kegiatan makan bajamba. Setelah itu akan ada iringan Tari Galombang sampai ke tempat Rapat Paripurna Istimewa,” paparnya.

Ditambahkannya, di Rapat Paripurna Istimewa nanti, akan ada sambutan dari tokoh masyarakat, gubernur, wali kota, ketua DPRD. Serta akan ada penyematan pin emas kepada tokoh masyarakat.
Wita bercerita kenapa HJK diperingati setiap 1 Desember. Pada 1 Desember 1888, berdasarkan Surat Gubernur Hindia Belanda Nomor 1 (Stbl. No. 181/1888), Padang Panjang ditetapkan sebagai ibukota Luhak atau Afdeeling Batipuh en X-Koto (Padang Panjang), dengan asisten residennya yang pertama, H. Prins.

Meskipun demikian, sebutnya lagi, jauh sebelum ditetapkan sebagai ibu kota Afdeeling Batipuh en X-Koto, di Padang Panjang sudah ada pemukiman masyarakat yang berciri perkotaan yang ditandai dengan ditemukannya fasilitas air minum untuk penduduk Kota Padang Panjang yang berangka tahun 1790.

“Atas dasar penemuan fasilitas air minum ini, tahun 1790 dianggap sebagai tahun lahirnya Kota Padang Panjang. Karena sejauh ini angka tahun tersebutlah yang paling tua yang sudah ditemukan. Adapun tanggal 1 Desember yang ditetapkan sebagai hari ulang tahun Kota Padang Panjang diambil dari tanggal diresmikannya Padang Panjang sebagai ibukota Afdeeling Batipuh en X-Koto oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada 1 Desember 1888. Penggabungan kedua peristiwa bersejarah tersebut, kemudian melahirkan kesepakatan yang menetapkan hari lahir Kota Padang Panjang pada 1 Desember 1790,” terangnya. (cigus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.