Jumat, April 12, 2024

Sadis! Pelaku Habisi Eka Seperti Membunuh Anjing di Depan Istri-Dua Anaknya

Must read

Denpasar, Dutametro.com – Seorang pria bernama I Putu Eka Astina (40) di Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar, tewas setelah ditusuk secara membabi buta oleh pelaku Gede Santiana Putra pada saat acara festival ogoh-ogoh di Jalan Veteran, Denpasar, Bali, Selasa (21/03/203).

Sementara itu keluarga yang ditinggalkan mendiang sangat berkabung atas kejadian yang tak mereka duga sama sekali itu. Keluarga mengungkapkan korban Eka ditusuk delapan kali pada malam Pengerupukan itu.

Sebelumnya istri korban, Ni Negah Wikarsini (36), tidak menyangka Gede Santiana Putra begitu tega melakukan hal keji ini. Bahkan biadabnya lagi dia mengungkapkan penusukan itu terjadi di depan matanya dan kedua anaknya saat menonton ogoh-ogoh.

Menurut Wikarsini, Santiana sudah sengaja membawa benda tajam untuk menusuk mendiang suaminya. “Dia kira membunuh anjing, binatang,” ucap istri korban sambil terisak-isak.

Wikarsini mengatakan, pelaku sedang dalam keadaan mabuk ketika terjadi pertengkaran dengan Eka.

Kemudian disebutkan Wikarsini, tidak ada pemicu masa lalu yang menyebabkan pertengkaran antara Eka dan Santiana. “Mengenai motif, saya nggak tahu,” ucapnya.

Sepengetahuan Wikarsini, Santiana selalu membuat masalah ketika festival ogoh-ogoh diadakan. Sebenarnya Santiana sudah lama mengenal Eka dan keluarganya. Santiana juga sering berkunjung ke rumah keluarga saat korban masih aktif menjadi anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Namun sayangnya ketika pelaku dalam keadaan mabuk di rumah korban, dia disebut selalu membuat masalah. “Pelaku pernah dikeroyok sama orang Ambon,” ungkap Wikarsini.

Dia dengan nada emosional juga menyebut pelaku merupakan seseorang memiliki emosi tinggi. “Ia merasa paling hebat karena punya backing yang besar. Dikit-dikit nantangin,” ucapnya.

Sementara itu, Swasti (56), ibu korban sangat terpukul atas kehilangan anaknya. Ia sangat geram dengan aksi bengis yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban dan ingin pembunuh anaknya mendapatkan ganjaran setimpal.

Sedangkan air matanya terus mengalir dari kedua matanya. “Kami mohon keadilan sampai otak pelakunya ditangkap,” kata Swasti lirih.

Hingga saat ini, jenazah mendiang korban masih berada di RSUP Prof. Ngoerah dan rencananya akan dimakamkan besok.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article