Padang, Sumatera Barat — Sosok Abil, yang memiliki nama lengkap Abdul Anasril, dikenal sebagai prajurit TNI aktif yang berdedikasi. Di lingkungan sekitarnya, ia juga kerap disebut sebagai sosok dermawan dengan kepedulian sosial yang tinggi. Menariknya, Abil memiliki hobi yang tak biasa namun sarat nilai sejarah, yakni merawat dan mengendarai Jeep Willys 1941, kendaraan legendaris peninggalan Perang Dunia II.
Jeep Willys 1941, atau dikenal sebagai Willys MB, merupakan kendaraan militer yang lahir dari kebutuhan Angkatan Darat Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Pada tahun 1941, militer AS membuka tender untuk kendaraan ringan yang tangguh, lincah, dan mampu melintasi berbagai medan perang. Dari kebutuhan inilah Willys MB lahir dan kemudian menjadi ikon kendaraan militer dunia.
Bagi Abil (Abdul Anasril), Jeep Willys 1941 bukan sekadar kendaraan koleksi atau hobi semata. Kendaraan klasik tersebut justru ia manfaatkan secara nyata untuk kegiatan kemanusiaan dan sosial. Hingga saat ini, Jeep Willys miliknya kerap digunakan untuk melintasi medan sulit di Sumatera Barat, terutama pada jalur-jalur yang sulit dijangkau kendaraan biasa.
Dalam berbagai kesempatan, Abil menggunakan Jeep Willys 1941 untuk mengantarkan logistik, membantu distribusi bantuan, serta mendukung kegiatan sosial di daerah dengan akses terbatas. Ketangguhan kendaraan bersejarah tersebut terbukti masih relevan, bahkan puluhan tahun setelah pertama kali digunakan di medan perang dunia.
“Jeep ini memang lahir dari kebutuhan perang, tapi hari ini bisa dimanfaatkan untuk kemanusiaan. Selama masih bisa digunakan untuk membantu masyarakat, itu yang paling penting,” ujar Abil.
Kehadiran Abil dengan Jeep Willys 1941 menjadi bukti bahwa hobi kendaraan tua bersejarah dapat memiliki nilai manfaat yang besar bagi masyarakat. Perpaduan antara jiwa pengabdian sebagai prajurit TNI dan kepedulian sosial menjadikan Abil sosok yang inspiratif di tengah masyarakat.
Melalui langkah sederhana namun berdampak, Abil (Abdul Anasril )menunjukkan bahwa sejarah, hobi, dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan demi membantu sesama.
Butet



