Pascabanjir, Warga Mulai Bersihkan Rumah

oleh -676 Dilihat

Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Padang Panjang kemarin sore hingga malam, telah surut. Tampak warga mulai membersihkan rumahnya masing-masing, setelah digenangi air.

Hujan deras yang mengguyur Kota Padang Panjang ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB, selanjutnya gerimis tidak berhenti hingga dini hari. Meski hujan lebat hanya terjadi sekitar tiga jam, air merendam beberapa rumah warga di beberapa titik.

Delfi Zelfi, warga RT 7 Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat tampak tengah sibuk membereskan barang-barang yang basah karena banjir bersama dengan anak dan cucunya.

Delfi yang biasanya berdagang es dawet itu menceritakan, selama tiga tahun ia tinggal di rumah ini, baru kali inilah banjir yang paling besar dihadapinya.

“Selama ini banjir juga yang kami rasakan apabila hujan. Namun baru kali ini banjirnya sangat besar dan tidak bisa apa-apa lagi kami dibuatnya. Mulai setengah delapan malam, air langsung datang deras. Kami kaget tidak bisa apa-apa lagi karena airnya langsung besar. Beras, pakaian, kompor dan semuanya basah tidak bisa kami pakai lagi,” ujarnya.

Delfi yang saat itu panik, langsung melapor ke Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA, Datuak Paduko Malano. Saat itu juga Wako Fadly langsung meninjau lokasi dan memberikan bantuan bagi warga di sana.

“Alhamdulillah saat kami susah, semalam Wako Fadly langsung datang dan memberi bantuan untuk kami,” katanya.

Sama halnya dengannya, Manidar warga RT 4, Kelurahan Pasar Baru ketika tim Kominfo mendatangi rumahnya, tampak sedang beres-beres dan membersihkan rumahnya.

Manidar bercerita, sebelum air masuk ke rumahnya, RT sudah mengimbau agar barang-barang yang tidak boleh kena air diselamatkan. Beberapa menit setelah ia angkat barang air langsung masuk ke rumahnya hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Saya panik, tidak tahu harus bagaimana lagi. Semua barang yang bisa diselamatkan, Alhamdulillah selamat. Namun melihat air besar datang, saya tentu cemas. Takutnya air semakin besar dan sampai ke rumah saya bagian atas. Baru kali ini banjir setinggi ini, sejak say tinggal di sini selama 10 tahun ini,” ceritanya.

Sekitar jam 23.00 WIB tambahnya, air sudah mulai surut dan ia langsung melihat kondisi rumahnya. “Dan Alhamdulillah, semalam saya juga menerima bantuan sembako untuk dimakan,” ungkapnya. (cigus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.