Kabupaten Semarang – Di balik semangat gotong royong yang mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Tahun Anggaran 2026, tersimpan kisah penuh makna dari pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Aisyah (68) di Dusun Dlisem, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Rumah yang sebelumnya berdinding papan dan tripleks yang telah lapuk dimakan usia kini mulai bertransformasi menjadi hunian yang lebih kokoh, aman, dan nyaman. Material bata hebel yang disusun satu per satu oleh personel Satgas TMMD bersama warga menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi Ibu Aisyah dan keluarganya.
Bagi Ibu Aisyah, bata hebel bukan sekadar material bangunan. Setiap susunannya mencerminkan kepedulian, semangat gotong royong, dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang membutuhkan.
Pengerjaan RTLH dilakukan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Penggunaan bata hebel dipilih karena memiliki kualitas yang baik, ringan, presisi, serta mampu mempercepat proses pembangunan tanpa mengurangi kekuatan konstruksi. Kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi Ibu Aisyah.
Program TMMD kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi masyarakat. Pembangunan rumah layak huni ini menjadi wujud nyata kepedulian negara terhadap warga yang membutuhkan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui TMMD Reguler Ke-129, semangat gotong royong terus dipelihara sebagai kekuatan utama dalam membangun desa. Setiap bata yang tersusun menjadi simbol pengabdian, kebersamaan, dan optimisme untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
(Faiza)

























