Di Tengah Sawah Somagede, Prajurit TMMD Tanamkan Mimpi dan Cinta Merah Putih

KEBUMEN — Angin sore berembus tenang di hamparan sawah Desa Somagede. Di atas batu besar yang menghadap terasering hijau, seorang prajurit TNI duduk dikelilingi empat anak sekolah dasar. Buku pelajaran terbuka di pangkuan mereka, tawa kecil sesekali pecah memecah suasana.

Adalah Serma Suparlan, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 dari Kodim 0709/Kebumen, yang sore itu menyapa Isa, Fauzan, Afrizal, dan Indah sepulang sekolah.
“Pelajaran apa hari ini?” tanya Serma Suparlan sambil tersenyum.
“Matematika, Pak!” jawab Fauzan cepat.

“Kalau cita-citanya apa?” lanjutnya.
Isa dengan malu-malu menjawab, “Mau jadi tentara, Pak… biar bisa jaga desa.”
Suasana pun menghangat. Serma Suparlan menepuk bahu Isa pelan.
“Kalau begitu harus rajin belajar dan disiplin dari sekarang. Tentara itu kuat fisiknya, tapi juga kuat ilmunya,” ujarnya memberi semangat.

Indah yang duduk di sampingnya tampak serius membaca. Sesekali Serma Suparlan membetulkan cara membacanya. Afrizal dan Fauzan ikut menyimak, tak canggung bercanda ringan dengan sang prajurit.

Tak lama kemudian, Serma Suparlan mengajak mereka berdiri. “Ayo, kita jalan sedikit. Ada yang mau lihat Merah Putih berkibar dari atas sana?”
Anak-anak itu spontan bersorak, “Mauuu!”
Bergandengan tangan, mereka menyusuri pematang sawah. Langkah kecil anak-anak mengikuti langkah mantap sang prajurit. Di puncak batu besar, Merah Putih dibentangkan. Isa dan Fauzan memegang sisi tiang, sementara Afrizal dan Indah membantu merentangkannya.

“Kalau lihat bendera ini, ingat apa?” tanya Serma Suparlan.
“Ingat Indonesia, Pak!” jawab mereka hampir bersamaan.
“Ingat juga orang tua, guru, dan cita-cita kalian. Kalian harus jadi anak hebat untuk bangsa ini,” ucapnya penuh makna.

Bendera Merah Putih pun berkibar di tengah sawah yang luas. Senyum bangga terpancar dari wajah keempat anak itu. Momen sederhana tersebut menjadi simbol kedekatan TNI dan generasi muda desa.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik.
“TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. Prajurit harus hadir memberi manfaat, membangun kedekatan, serta menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda,” tegasnya.

Sore itu, di antara hijaunya sawah dan langit yang mulai redup, Isa, Fauzan, Afrizal, dan Indah tak hanya belajar dari buku. Mereka belajar tentang mimpi, keberanian, dan cinta tanah air langsung dari teladan seorang prajurit.
(faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News