Kepemimpinan GMNI Halmahera Selatan Beralih ke Yusri Dukomalamo

Halmahera Selatan | dutametro.com – Dinamika internal organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Selatan memasuki fase baru. Setelah melalui serangkaian evaluasi organisasi, kepemimpinan yang sebelumnya dipegang Hasbin Umsohi resmi berakhir, dan estafet perjuangan kini beralih ke Yusri Dukomalamo.

Pergantian ini tidak sekadar rotasi kepemimpinan, melainkan bagian dari langkah strategis untuk mengembalikan arah gerakan organisasi agar tetap berpijak pada garis ideologis yang progresif dan konsisten.

Sejumlah kader GMNI menilai, stagnasi dalam kepemimpinan tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi melemahkan daya juang organisasi di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.

Yusri Dukomalamo dinilai membawa semangat baru untuk menghidupkan kembali peran GMNI sebagai alat perjuangan kaum marhaen, sebagaimana dicita-citakan oleh Soekarno. Kepemimpinan ini dipandang bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah ideologis untuk mendorong kesadaran kritis kader, memperkuat keberpihakan pada rakyat, serta berani melawan ketidakadilan.

Dalam forum internal, kader GMNI menegaskan pentingnya organisasi keluar dari rutinitas seremonial yang minim arah. GMNI, menurut mereka, harus kembali pada khittah perjuangan sebagai garda terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat kecil, memperjuangkan keadilan sosial, dan menanamkan nasionalisme yang progresif.

“Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum konsolidasi. GMNI tidak boleh kehilangan arah dan harus tetap menjadi alat perjuangan ideologis, bukan sekadar organisasi administratif,” ujar salah satu kader dalam diskusi internal.

Ke depan, kepemimpinan Yusri Dukomalamo diharapkan mampu memperkuat soliditas kader, memperluas basis gerakan, serta menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang pentingnya keberpihakan terhadap kaum tertindas dan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan.

Di tengah tantangan zaman, GMNI Halmahera Selatan dituntut tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam mendorong perubahan sosial. Pergantian kepemimpinan ini menjadi penanda bahwa organisasi tetap hidup, dinamis, dan terbuka terhadap evaluasi demi menjaga marwah perjuangan.

Dengan semangat gotong royong dan militansi kader, GMNI Halmahera Selatan di bawah komando Yusri Dukomalamo diharapkan kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berpihak pada rakyat—setia pada ideologi, teguh dalam perjuangan, dan progresif dalam gerakan.

(Jk)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News