PADANG – Nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bukan sekadar menjadi ajang menikmati pertandingan sepak bola, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat mengikuti nobar piala dunia antara Mesir melawan Iran di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada TVRI yang telah menginisiasi penyelenggaraan nobar sebagai ruang kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Sepak bola memiliki kekuatan menyatukan berbagai kalangan. Antusiasme yang hadir hari ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi perekat kebersamaan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada pertandingan-pertandingan berikutnya hingga partai final,” ujar Mahyeldi.
Gubernur mengungkapkan, Pemprov Sumbar bersama TVRI juga telah berkoordinasi untuk pemanfaatan videotron yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota sebagai lokasi penyelenggaraan nobar. Pemerintah daerah diharapkan dapat menginisiasi kegiatan serupa sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan menikmati pertandingan bersama.
Menurut Mahyeldi, siaran Piala Dunia ini juga memiliki nilai edukatif, terutama bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Tayangan pertandingan kelas dunia diharapkan menjadi inspirasi sekaligus media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan semangat berprestasi.
Ia juga mengapresiasi komitmen TVRI dalam menghadirkan siaran olahraga internasional hingga ke pelosok desa dan nagari, termasuk rencana penayangan Piala Dunia U-17. Dengan jangkauan siaran yang luas, masyarakat dapat menikmati tontonan berkualitas sekaligus mengikuti perkembangan sepak bola dunia.
Selain memperkuat kebersamaan, Mahyeldi menilai penyelenggaraan nobar juga memiliki dampak ekonomi yang nyata. Pada kegiatan kali ini, pemerintah turut menghadirkan pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung.
“Ke depan, apabila nobar bertepatan dengan Car Free Day, kawasan Kantor Gubernur yang didukung sejumlah videotron bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan,” katanya.
Menurut Gubernur, semakin banyak masyarakat yang hadir, semakin besar pula perputaran ekonomi yang tercipta bagi pelaku usaha. Karena itu, kegiatan nobar diharapkan menjadi salah satu instrumen yang mampu menghidupkan ruang publik, menggerakkan ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Mahyeldi menambahkan, inisiatif tersebut juga sejalan dengan semangat pemerintah pusat yang menjadikan momentum Piala Dunia sebagai sarana hiburan yang memberi manfaat sosial dan ekonomi. Ia berharap semakin banyak pertandingan yang dapat disaksikan bersama di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Sumbar sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. (Adpsb/rmz/bud)






















