Iklan
Iklan

BAWA SAMURAI, PEMUDA EY DIDUGA MENGAMUK DI PASAR JAJAN KOTAMOBAGU, PENGUNJUNG PANIK

KOTAMOBAGU, DutaMetro.com— Suasana Pasar Jajan, kawasan eks Rumah Sakit (RS) Kotamobagu, mendadak mencekam pada Senin (26/10/2026) malam. Seorang pemuda berinisial EY diduga mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis samurai, memicu kepanikan pengunjung yang berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.00 WITA itu mengubah suasana kawasan kuliner yang biasanya ramai menjadi situasi penuh ketegangan. Pengunjung memilih menjauh demi menghindari risiko keselamatan, sementara aktivitas sejumlah pelaku usaha turut terganggu.

Seorang perempuan yang tengah bersantap di salah satu rumah makan bahkan terlihat meninggalkan tempatnya karena ketakutan. Kehadiran pemuda yang diduga membawa samurai tersebut membuat pengunjung memilih tidak mengambil risiko.

Tak hanya memicu kepanikan, dugaan aksi itu juga berujung pada kerusakan fasilitas. Berdasarkan informasi sementara, satu meja rumah makan dan sebuah tempat sampah berukuran besar dilaporkan terkena tebasan senjata tajam yang diduga dibawa EY.

Beruntung, hingga informasi ini dihimpun, belum ada laporan korban jiwa. Namun, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan masyarakat di kawasan publik, terlebih Pasar Jajan merupakan salah satu lokasi yang ramai dikunjungi pada malam hari.

Merespons kejadian tersebut, Unit Reserse Polres Kotamobagu langsung mendatangi lokasi dan mengamankan EY. Polisi juga menyita senjata tajam jenis samurai yang diduga digunakan atau dibawa dalam insiden tersebut.

Meski terduga telah diamankan, sejumlah hal penting masih menunggu penjelasan resmi kepolisian. Motif di balik dugaan aksi pengamukan itu belum diketahui. Kronologi lengkap, penyebab kejadian, serta status hukum EY juga belum dapat dipastikan.

Polisi diharapkan mengusut tuntas peristiwa ini, termasuk mendalami dugaan perusakan fasilitas, memeriksa saksi-saksi, serta memastikan apakah terdapat pihak yang mengalami luka atau kerugian lainnya.

Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa keamanan di ruang publik tidak boleh diabaikan. Penanganan yang cepat, transparan, dan sesuai prosedur diperlukan untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Seluruh dugaan dalam peristiwa ini perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan penegakan hukum yang berlaku.***

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News