Sawahlunto,dutametro.com – Sebanyak 20 Perajin Batik Lokal Sawahlunto diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan perajin dan memperluas ragam kerajinan lokal. Pelatihan digelar oleh Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Dekranasda 26 – 30 Oktober 2026di rumah Batik ” MS” Sungai Durian dan dibuka resmi Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda.
“Batik berpotensi dikembangkan sebagai produk fesyen daerah selain songket. Dekranasda bersama pemerintah kota berkomitmen memfasilitasi penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas produk batik,” sebut Yori Riyanda.
Setelah keterampilan perajin bertambah lanjut dia, nanti juga akan beri dukungan lain untuk aspek pemasaran, mungkin bisa dari pameran, event dan lain-lain.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Sawahlunto Tatang Sumarna menyampaikan pelatihan membatik itu berlangsung selama empat hari, yaitu sejak 26 sampai 30 Oktober 2026 di Rumah Batik “MS”, Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin, dengan melibatkan 20 peserta dari kelompok batik setempat.
“Untuk materi pelatihan meliputi pengenalan alat dan bahan, teknik dasar membatik, pencantingan, pewarnaan, hingga penyelesaian produk. Peserta mengikuti pembelajaran teori dan praktik untuk meningkatkan keterampilan dalam proses produksi batik,” ungkap dia.
Tatang juga mengatakan pelatihan ini diharapkan mendorong pengembangan motif yang mengangkat identitas dan potensi lokal Sawahlunto. Peningkatan keterampilan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha kerajinan dan meningkatkan nilai tambah produk.
“Keberlanjutan pengembangan batik memerlukan pembinaan perajin, penguatan kapasitas produksi, dan dukungan pemasaran. Adapun pengembangan batik daerah sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat kewirausahaan dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” jelas dia.(riky)










