PADANG PANJANG, dutametro.com – Menyikapi banjir dan longsor akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir, Pemerintah Kota Padang Panjang mendirikan dapur darurat untuk membantu warga terdampak.
Berlokasi di Rumah Dinas Sekretaris Daerah, dapur darurat ini mulai menyalurkan makanan siap saji bagi para pengungsi di berbagai titik penampungan.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, melalui Koordinator Dapur Darurat, Yetti Syofyarni menjelaskan, pendirian dapur darurat tersebut merupakan langkah cepat Pemko dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan makanan siap saji dan bantuan yang mereka perlukan. Dapur darurat ini akan beroperasi sepanjang masa tanggap darurat,” ujarnya kepada Kominfo, Kamis (27/11/2025).
Hingga pukul 17.18 WIB, jumlah pengungsi tercatat mencapai 796 orang yang tersebar di delapan titik penampungan. Yaitu Kantor Lurah Pasar Usang, GOR Bancah Laweh, TPA Tanah Pak Lambik, SD 13 Koto Katiak, Kantor Lurah Silaiang Bawah, Sangkur Subarang Silat, Kantor Lurah Sigando, dan Kantor Lurah Koto Panjang. Data ini kemungkinan masih akan bertambah seiring adanya laporan-laporan terbaru dari lapangan.
Untuk kebutuhan makan malam, dapur darurat menyiapkan sekitar 300 bungkus nasi siap saji. Sementara Baznas membantu menyediakan sekitar 500 bungkus nasi tambahan yang sebagian telah disalurkan ke lokasi pengungsian.
Operasional dapur darurat melibatkan Dinas Sosial, BPBD, Tagana, TNI–Polri, serta relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan. Pemko juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil dan intensitas hujan yang masih tinggi. (Pulkani/cigus)


