Kebumen — Di balik rimbunnya pepohonan Desa Somagede, Kecamatan Sempor, tersembunyi sebuah mata air yang sejak lama menjadi denyut kehidupan bagi warga. Ia mengalir tanpa suara, setia memberi tanpa meminta, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perjuangan manusia. Namun hari itu, aliran sunyi itu seakan mendapat kehormatan, ketika seorang komandan datang menapaki jalur terjal menuju sumber kehidupan tersebut.
Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., melangkah mantap menyusuri jalan setapak yang dipeluk akar dan tanah. Setiap langkahnya bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol kepedulian yang mengalir seiring dengan misi pengabdian. Didampingi Kepala Desa Somagede, Bapak Samsi, ia menembus sunyi hutan kecil, mendekati mata air yang kelak akan menghidupi lebih banyak harapan melalui program pipanisasi TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen.
Di hadapannya, air itu tetap mengalir jernih—seperti harapan rakyat yang tak pernah keruh oleh waktu. Tatapan sang komandan tertuju pada titik awal kehidupan itu, seolah memastikan bahwa setiap tetesnya akan menemukan jalannya menuju rumah-rumah warga yang menunggu dengan sabar.
Tak jauh dari sana, prajurit TNI dan warga bekerja bahu-membahu, menanam pipa-pipa yang kelak menjadi urat nadi baru bagi desa. Pipa-pipa itu bukan sekadar rangkaian besi dan sambungan, tetapi jembatan antara kesulitan dan kemudahan, antara penantian dan kepastian. Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono mengamati setiap proses dengan seksama, memastikan bahwa pengabdian ini berdiri kokoh, seperti tekad yang tak tergoyahkan.
Kehadirannya menjadi energi yang tak terlihat, namun terasa. Warga memandangnya dengan harap, prajurit berdiri dengan bangga. Di tengah alam yang tenang, sosok komandan itu menjadi pengingat bahwa negara hadir, bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menjaga kehidupan.
Program pipanisasi ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan aliran kasih yang dipahat melalui kerja keras dan kebersamaan. Dan di Desa Somagede, di bawah langit yang menjadi saksi, seorang komandan telah memastikan bahwa mata air itu tak lagi berjalan sendirian—ia kini memiliki jalan, memiliki tujuan, dan memiliki masa depan.
faiza











