Doni Harsiva Yandra Reses Perjuangkan Normalisasi Sungai Batang Bayang Di Aur Begalung

Pessel,dutametro.com.-Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, berkomitmen untuk memperjuangkan normalisasi Sungai Batang Bayang di Kenagarian Aur Begalung, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan reses masa sidang pertamanya pada Senin, 28 Oktober 2024, di nagari setempat.

Kedatangan Doni dan anggota Komisi IV, yang membidangi infrastruktur, disambut oleh Wali Nagari Aur Begalung, Musrial, beserta Ketua Bamus Sudirman, perangkat nagari, dan tokoh masyarakat lainnya.

Doni menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ia meminta agar semua kebutuhan nagari diusulkan, karena pokok pikiran tersebut akan dimasukkan dalam rencana kerja pada bulan Maret 2025. “Kami akan memperjuangkan normalisasi Sungai Batang Bayang ini semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat 24 sungai yang menjadi kewenangan Provinsi Sumatera Barat. “Kita berada dalam masa transisi, dan semua usulan akan dimasukkan pada bulan Maret. Saat ini, kami sedang mencari proses penganggarannya,” tambahnya.

Doni juga menekankan pentingnya pembagian kewenangan terkait irigasi antara provinsi dan kabupaten.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wali Nagari Aur Begalung, Musrial, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi IV atas upaya memperjuangkan normalisasi di nagari mereka. Ia menekankan bahwa normalisasi Sungai Batang Bayang sangat mendesak untuk mengantisipasi risiko banjir saat hujan deras. “Dengan arus sungai yang berbelok, ada kemungkinan masyarakat kami terendam banjir, termasuk lahan pertanian,” ujarnya.

Ketua Bamus Nagari Aur Begalung, Sudirman, turut mendukung harapan agar pelurusan normalisasi sungai segera terealisasi. “Kami berharap semua yang dijemput dalam reses ini dapat berhasil,” harapnya.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News