Tanah Datar- dutametro.com- Pesta Rakyat serta Peresmian Tugu galodo dan galeri foto galodo akan digelar pada Sabtu 30 Agustus 2025 dan Minggu 31 Agustus 2025 sekaligus memperingati HUT RI ke-80 di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab.
Itu dijelaskan Wali Nagari Pasie Laweh Hidayat, S.Pd, M.Pd, diruang kerjanya pada Jumat (29/08) pagi, kegiatan Satu Nagari Satu Event (SNSE) yang sebelumnya dijadwalkan pada 30–31 Agustus 2025 ditunda dulu, persiapannya diganti dengan pesta rakyat yang akan menampilkan bermacam kegiatan keseniaan,” jelasnya kepada media ini.
Ia menambahkan, persiapan kegiatan ini melibatkan masyarakat baik dirantau maupun diranah, adapun pendanaan bersumber dari perantau dan dari dana Nagari, inilah menjadi kekuataan kita tetap melaksanakannya,” terangnya.
Hidayat menekankan, bahwa peresmian tugu dan galeri foto Galodo bukan sekadar seremonial. Bagi masyarakat Pasie Laweh, monumen tersebut adalah pengingat tragedi Galodo 1979 yang merenggut korban jiwa. “Ini bentuk penghormatan kita kepada tragedi lalu, sekaligus pesan bahwa dari duka kita bisa bangkit,” tegasnya.
Keluarga korban bencana Galodo 1979 juga akan turut hadir dalam acara tersebut. Mereka berasal dari dua gelombang transmigrasi pascabencana: gelombang pertama ditempatkan di Sitiung 3, Kabupaten Dharmasraya, dan gelombang kedua di Muaro Sakai, Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan.
“Ini momentum reuni sejarah, keluarga korban yang dulu harus meninggalkan nagari bisa kembali menyatu dalam doa dan kebersamaan,” ujar Hidayat dengan nada haru.
Dengan acara ini, diharapkan masyarakat luar daerah dapat melihat wajah baru Pasie Laweh. “Nagari ini punya daya tarik, punya identitas, dan punya cerita besar yang bisa menginspirasi,” tambahnya.
Ia menegaskan, bahwa meski SNSE ditunda, esensi kebangkitan nagari tetap dijaga lewat acara Pesta Rakyat dan peresmian monumen Galodo. “Inilah bentuk komitmen kita, melestarikan budaya sekaligus menghormati sejarah,” pungkasnya.
Dengan demikian, masyarakat Pasie Laweh akan menyambut HUT RI ke-80 dengan penuh makna: merayakan kemerdekaan, menghormati sejarah, dan memperlihatkan semangat bangkit dari duka menuju karya.