Setelah 13 Longsor Ditangani, Jalur Palupuh Sudah Dibuka dengan Sistem Buka Tutup

Pulupuah, dutametro.com – Jalur lintas Sumatera ruas Lubuk Sikaping – Bukittinggi, yang dikenal dengan jalan ‘Seribu Kelok’ yang membuat muntah, menjadi salah satu kawasan terparah selama rentetan musibah musim hujan Siklon Tropis 95B di Sumatera Barat, sepekan terakhir.

Data yang diperoleh dari Polsek Palupuh Sabtu (29/11) menyatakan, sedikitnya telah terjadi 13 longsoran tebing menimbun badan jalan, ‘plus’ satu titik jalan retak menganga selama rentang waktu Minggu hingga Jumat (23 – 28/11).

Namun dalam keterangannya, Kapolsek Palupuh IPTU. Raufuddin Silitonga, SH. menyatakan, bahwa penanganan dampak longsor di Wilayah Hukum Polsek Palupuh bisa dilakukan dengan cepat, tidak membutuhkan waktu lama.

“Ada 4 unit alat berat stanby. Begitu ada informasi tanah longsor menimbun badan jalan, alat berat bisa langsung di mobilisai ke lokasi, berikut petugas yang sudah disiapakan,” jelas Iptu. R. Silitonga, saat dikonfirmasi di sela-sela tugas pengaturan lalulintas jalan retak, Nagari Koto Rantang, Sabtu siang.

Dikatakan, dari 13 titik longsor yang sudah ditangani, 6 titik berada di Nagari Koto Rantang, termasuk beberapa reruntuhan kecil serta satu titik jalan retak di dekat SMP 4 Palupuh. Sedangkan 7 titik lagi berada di Nagari Nan Limo dan Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh.

Turut disampaikan, bahwa jalan Bukittinggi – Medan di Kecamatan Palupuh, saat ini telah bisa dilewati kendaraan Roda 2 maupun Roda 4, namun untuk sementara masih sistem buka tutup, dengan pengaturan oleh personil Polresta Bukittinggi dan Polsek Palupuh.

Namun, kendati sudah bisa dilewati, Kapolsek R. Silitonga tetap mengingatkan, agar para pengendara senantiasa berhati-hati, karena sisa material longsor membuat jalan jadi licin.

“Saya minta pengendara tetap berhati-hati, karena hujan gerimis masih turun dan jalan sangat licin. Pelan-pelan saja lah,” pesan Kapolsek R. Silitonga.

Turut disampaikan, pasca musibah longsor di beberapa wilayah, saat ini Kecamatan Palupuh masih mengalami mati listrik PLN, sinyal Hanphone tidak ada dan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, serta persediaan sembako yang ada di masyarakat maupun yang di Pasar Palupuh, sudah mulai menipis. (Da-B)

Must Read

Related News