Padang,Dutametro.com.-Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyerap aspirasi dari berbagai komunitas di Kota Padang dalam reses perseorangan masa sidang pertama 2024-2025. Komunitas Baaman menyoroti perlunya peraturan daerah (perda) untuk menangani masalah sosial, termasuk tingginya angka kehamilan di luar nikah dan isu LGBT. Mereka juga mengusulkan fokus pada penanggulangan pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Persoalan infrastruktur, seperti jalan Kambang-Muara Labuah yang belum selesai, juga dibahas sebagai faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Juprizal, seorang ninik mamak, menekankan perlunya dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi untuk mengatasi masalah sosial.
Muhidi berkomitmen untuk menindaklanjuti masukan tersebut dan memastikan kolaborasi dengan berbagai lembaga demi kemajuan daerah. Data dari reses ini akan menjadi acuan dalam penyusunan program kerja DPRD. Dalam kesempatan ini, 65 anggota DPRD Sumbar melakukan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing untuk mendengar aspirasi konstituen.

























