KaLaPas Kota Sawahlunto Subhan Malik, A.MD. IP, S.Sos Sang Inovatif Ciptakan Nuansa Warga Binaan Lapas Seperti Di Rumah Sendiri

oleh -424 Dilihat

Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Sawahlunto dibuat merasa Betah untuk tinggal menunggui jeruji besinya, pasalnya sang Kepala Lapas (Kalapas) mengantongi segudang Inovasi.

Subhan Malik, A.MD. IP, S.Sos sang Kepala Lapas Kota Sawahlunto yang ramah dan Inovatif itu ketika dikunjungi diruang kerjanya menyampaikan, untuk membangun rasa emosional kepedulian terhadap Nara Pidana (Napi) atau warga binaan dan untuk menuju wilayah bebas dari korupsi, kami menciptakan berbagai inovasi.

Dalam Rutan Salto (Rutan Sawahlunto) ini kita memberikan pelayanan yang sifatnya harus Cepat, tanpa biaya dan langsung kontak dengan warga binaan seperti pelayanan kesehatan, adanya Klinik Pratama dengan perawat Ns. Annisa Rahmi. S.Kep, seorang perawat yang didampingi oleh Petugas Jaga Keamanan, jemput bola dari pintu ke pintu sel lainnya guna untuk memeriksa kesehatan warga binaan dan kebersihan ruangan dan hal ini sudah dilakukan sejak awal tahun 2022.

“Untuk mempermudah pelayanan pengurusan Napi untuk Bebas Bersyarat (BB), Rutan Salto mengadakan Aplikasi Sijamed (Sistem Jasa Penitipan dan Google Med)”, dan bila Napi ingin mengetahui masa tahanannya, kami juga menyediakan sistem aplikasi digital sidik jari yang langsung muncul Data dan Foto napi tersebut, pungkas Subhan Malik.

Agar silaturahmi antar keluarga jangan sampai terputus dan mereka tidak macam macam lagi kedepannya kami juga menyediakan Fasilitas lain yaitu Layanan Wartel dan Video Call dengan enam (6) unit Computer gratis, masing masing mereka diberi waktu untuk berkomunikasi selama 15 menit/orang secara bergantian. Layanan ini ditetapkan schedulenya yaitu pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, kata Subhan Malik.

Tentang kegiatan keagamaan kami juga mengadakan pengajian setiap hari Senin pagi dengan delapan (8) orang tenaga penyuluh dari Kemenag Sawahlunto dan kami juga mendatangkan Ustad setiap hari Selasa, Rabu dan Jum’at untuk mengadakan Tausiyah serta pengkaderan Imam, Khutbah Jum’at, Tahfidz dan Kelas mini Baca dan Tulis Latin.
Untuk membaca dan memahami Iqro’ langsung petugas Lapas yang mengajarinya, katanya.

Dari bidang ketrampilan Rutan Salto menyiapkan BLK untuk pelatihan mengelas, membuat kerajinan Cangklong atau pipa hisap rokok dari tempurung dan pas bunga dari berbagai bahan serta pelatihan seni budaya.
Untuk hal ini kita utamakan putra daerah seperti Kesenian Marawis yang dibentuk pada tahun 2019, yang mana saya sebagai pelatih langsung terjun menjadi pemain Marawis.
Pada festival seni dan budaya tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diadakan di Taman Budaya Padang, Marawis kita pernah mendapat juara dan itupun keberangkatan para Napi dikawal langsung oleh aparat Kepolisian.

Warga binaan (napi) yang ada sekarang sebanyak 95 orang, itu dari seluruh Sumbar terutama kiriman dari Rutan kota Padang dengan masa tahanan paling lama 6 tahun penjara.
Kalau dari kota Sawahlunto saja sekitar 45 orang dan kasus yang dominan kasus Asusila.
Kapasitas penghuni Rutan Salto maximal 100 orang.

Konsumsi yang tersedia untuk makan para Napi 3x sehari dengan lauk pauk yang cukup wah, seperti Gulai Cincang, sambal ikan dan sayur sayuran dengan puding buah pepaya/Jeruk atau buah semangka.

Personal pegawai Lapas sebanyak 35 orang dengan pembagian tugas Penjagaan satu (1) komandan dua (2) anggota dan dipintu masuk dua (2) orang.
Jadi untuk satu (1) shift kerja 5 orang.

“Kita harus merobah pola treatment, jangan seperti dulu, makanya kita harus melayani, tugas kita sebagai Kalapas berbuat dengan Ikhlas”, kata Subhan Malik mengakiri. (An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.