Berkunjung ke Lubang Mbah Soero, Bukti Sejarah Tambang Batubara Pertama di Indonesia

Sawahlunto, dutametro.com – Berkunjung ke Museum Situs Lubang Tambang Batubara Soero (Soero coal mining tunnel site museum) Sawahlunto, wisatawan bisa melihat salah satu bukti atau sejarah awal dari penambangan batubara di Sawahlunto bahkan di Indonesia. Lubang Soero merupakan lubang ventilasi dari lubang Tambang Loento I, lubang ini dibuka oleh Belanda dengan mempekerjakan tenaga buruh paksa (orang Rantai).
Museum Situs Lubang Tambang Batubara Soero terletak di kawasan Tangsi Baru. Museum ini terbagi menjadi dua bagian utama, yakni Galeri Infobox dan lubang tambang itu sendiri.
Galeri Infobox dulunya adalah sebagai tempat stock field (penumpukan batubara) yang digali dari Lubang Tambang Batubara Mbah Soero.
Kini galeri Infobox berfungsi sebagai pusat informasi mengenai tambang batubara di Kota Sawahlunto, dimana setiap pengunjung yang datang akan langsung disapa oleh guide atau pemandu wisata.
Salah seorang pemandu Sudarsono menjelaskan, terdapat koleksi berbagai peninggalan sejarah di infobox, dimana salah satunya rantai yang dulunya digunakan oleh para pekerja tambang di Lubang Tambang Mbah Soero. Rantai yang dipajang tersebut dulunya dipergunakan untuk mengikat kaki dan leher para pekerja tambang sebagai alat pengawasan.
“Selain rantai, pengunjung juga dapat melihat palu yang dahulu digunakan oleh para pekerja tambang sebagai alat kerja,” kata pria yang akrab disapa kiplik itu.
Kiplik juga menyebut, Lubang tambang Mbah Soero ramah untuk siapa saja, namun ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pengunjung yang akan masuk.
Saat ini sebut Kiplik, kunjungan wisata ke lubang Mbah Soero terus mengalami peningkatan, biasanya wisatawan hanya berkunjung saat hari libur atau musim liburan saja. Namun saat ini lanjut dia, kunjungan bisa disetiap saat dan biasanya didominasi oleh para pelajar baik pelajar lokal maupun dari luar daerah.

Lebih jauh Kiplik menyebut, berkunjung ke Sawahlunto menjadi paket lengkap karena di kota yang saat ini dinobatkan oleh UNESCo sebagai kota tua warisan yang diakui dunia dengan Ombilin Coal Minning Heritage of Sawahlunto (OCMHS), tidak saja menawarkan wisata sejarah tambang namun juga beberapa objek wisata alam yang sangat menarik, sebut saja Desa Wisata Rantih dengan Air Terjun Sungai Bikan. Di Rantih wisatawan juga bisa river tubbing atau berhanyut-hanyut menggunakan ban dalam (benen) diliran batang Ombilin, ikut menanam padi dan lainnya. Riki

Must Read

Iklan

Related News