spot_img

Perbaikan Jalan Payakumbuh–Lintau Sudah Capai 50 Persen

Limapuluh Kota, dutametro.com  — Setelah bertahun-tahun rusak parah dan menjadi keluhan masyarakat, akhirnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) bergerak cepat memperbaiki jalan penghubung vital antara Payakumbuh dan Lintau, tepatnya di ruas Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Progres perbaikan jalan sepanjang 1,3 kilometer tersebut kini sudah mencapai 50 persen.

Kehadiran alat berat dan betonisasi jalan disambut hangat oleh warga yang selama ini merasa dianaktirikan.

“Alhamdulillah, apa yang kami tunggu-tunggu akhirnya dijawab dengan aksi nyata oleh Pemprov. Kami sangat bersyukur,” kata Wali Nagari Labuah Gunuang, Khairul Hadi Dt. Paduko Marajo Lelo, saat ditemui di lokasi pengerjaan, Selasa (8/7/2025).

Menurut Khairul, keberadaan jalan ini sangat krusial karena menjadi urat nadi masyarakat, baik untuk aktivitas harian, distribusi barang, hingga akses pendidikan. Ia berharap pengerjaan berjalan konsisten hingga tuntas.

“Sekarang sebagian jalan sudah bisa dilalui, meskipun masih sistem buka-tutup. Setidaknya kendaraan tak lagi harus berjibaku dengan lumpur atau lubang besar,” tambahnya.

Dampak Positif Mulai Terasa

Kasi Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Eva Maria Dirbas, turut menyampaikan rasa terima kasih atas keseriusan pemerintah membenahi infrastruktur daerah. Menurutnya, perbaikan ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan warga—terutama anak-anak sekolah.

“Dulu, para orang tua waswas setiap pagi mengantar anak lewat jalan rusak ini. Sekarang mulai terasa aman dan nyaman. Ini bukan perbaikan biasa—ini bentuk kepedulian pada masa depan generasi kami,” ungkap Eva.

Perjuangan yang Berbuah Nyata

Salah seorang tokoh masyarakat, Rilson Dt. Mangguang, menyebut pembangunan ini sebagai bentuk nyata hadirnya negara di tengah rakyatnya.

“Ini belum selesai, tapi awal yang bagus. Kami harap pembangunan tidak berhenti di 1,3 kilometer ini saja. Masih ada titik-titik rusak berat yang juga menanti sentuhan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Budi Margana, warga yang pernah menjadi bagian dari aksi protes akibat lambannya perbaikan jalan. Kini, ia mengaku puas dan mulai merasakan dampak dari perjuangan kolektif warga selama ini.

“Dulu kami teriak minta perhatian. Sekarang lubang sudah tertutup, debu tak lagi beterbangan, dan roda ekonomi mulai berputar. Kami akhirnya bisa bernapas lega,” ucapnya penuh syukur.

Anggaran Capai Rp12,3 Miliar

Perbaikan ini merupakan bagian dari proyek rehabilitasi jalan provinsi dengan sistem pengerasan beton (rigid pavement). Proyek ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp12,3 miliar dan ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kerja, atau sekitar awal September 2025.

Jika proyek ini selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi, maka tidak hanya keluhan yang terjawab, tapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah akan kembali tumbuh. Yang kini dibutuhkan adalah komitmen, pengawasan ketat, dan kesinambungan pembangunan.

Adpsb

Must Read

Iklan
Iklan
iklan

Related News