DPRD Padang Perketat Pengawasan Perumdam demi Pemulihan Air Bersih Pascabanjir

Padang — DPRD Kota Padang mengambil peran aktif dalam memastikan pemulihan layanan dasar masyarakat pascabanjir. Melalui fungsi pengawasan dan koordinasi, DPRD Padang mendorong percepatan pemulihan suplai air bersih yang terganggu akibat banjir besar yang melanda Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kota Padang bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kota Padang yang digelar pada Selasa (2/12/2025) pukul 10.00 WIB.

Suasana rapat kerja Komisi II DPRD Padang dengan jajaran Perumdam Kota Padang yang membahas kondisi 15 intake air bersih pascabanjir di Kota Padang.

Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada kondisi 15 intake Perumdam yang terdampak banjir. Menurutnya, DPRD membutuhkan gambaran teknis yang rinci terkait kapasitas aktual masing-masing intake agar strategi distribusi air dapat diatur secara tepat dan proporsional.

“Kami ingin mengetahui secara jelas kondisi 15 intake yang dimiliki. Dari situ dapat dipetakan wilayah mana yang masih bisa dioptimalkan, terutama di luar Padang Utara, meskipun kemungkinan distribusi harus dilakukan secara bergilir,” ujar Muharlion kepada Sumbarkita.

Ketua DPRD Padang Muharlion menyampaikan arahan dan evaluasi terkait pemulihan layanan air bersih dalam rapat kerja bersama Perumdam Kota Padang.

Lebih lanjut, Muharlion menjelaskan bahwa kawasan Padang bagian utara menjadi titik paling krusial dalam pemulihan distribusi air bersih. Dari tujuh intake yang ada di wilayah tersebut, kapasitas normal mencapai sekitar 800 liter per detik, namun pascabanjir hanya sekitar 210 liter per detik yang masih dapat beroperasi.

“Artinya, terjadi kekurangan sekitar 600 liter per detik. Ini menjadi perhatian serius DPRD, sehingga kami tidak hanya membahas di rapat, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” tegasnya.

Sebagai langkah awal pemulihan, Muharlion menyebut optimalisasi intake Palukahan menjadi opsi yang paling memungkinkan dilakukan dalam waktu cepat. Dengan sejumlah rekayasa teknis, kapasitas intake tersebut diperkirakan dapat ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan.

“Melalui rekayasa teknis, dalam beberapa hari kapasitasnya mungkin bisa meningkat menjadi sekitar 250 liter per detik, meskipun angka tersebut belum final,” jelasnya.

Namun demikian, tantangan terberat terdapat pada intake Latung yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir. Tiga pompa utama di lokasi tersebut tidak dapat difungsikan, sehingga distribusi air dari intake Latung terhenti sepenuhnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion bersama Perumdam Kota Padang terkait percepatan pemulihan suplai air bersih pascabanjir, Selasa (2/12/2025).

Padahal, dalam kondisi normal, intake Latung memiliki kapasitas mencapai 200 liter per detik yang kini sama sekali tidak bisa dimanfaatkan.

“Jika harus menunggu pompa baru, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua bulan. Pemesanan memang sudah dilakukan, tetapi waktu tunggu tersebut terlalu lama untuk kondisi darurat. Karena itu, kami mengusulkan opsi peminjaman pompa dari daerah lain seperti Bekasi, Tangerang, Medan, Palembang, atau Bogor,” pungkas Muharlion.

Adv

Must Read

Iklan

Related News