Sikakap,Dutametro.com–Berita yang dikeluarkan media online ONtime.ID terbit Minggu (10/1/2026) Dengan judul Diduga Larang Hijab, Kebijakan SMP Negeri 1 Pagai Utara Selatan Picu Kecamatan Publik, Berita tersebut di bantah oleh Rina Julianti Kepala SMP Negeri 1 Pagai Utara Selatan (PUS).
“berita yang diterbitkan oleh media online ONteme.ID itu tidak benar, saya tidak pernah melarang siswi SMPN1 PUS yang beragama Islam untuk memakai hijab, dan saya juga tidak pernah memanggil satu persatu siswi Islam keruangan saya tentang larangan memakai hijab, kata Rina Julianti, Kepala SMP Negeri 1 PUS, didalam rapat orang tua wali murid, Selasa, (13/1/2026).
Lanjut Rina Julianti, SMPN 1 PUS merupakan sekolah negeri tentu aturannya bersifat nasional, masalah siswi Islam tidak berhijab itu sudah lama diterapkan di SMPN 1 PUS, bahkan pada waktu saya sekolah dulu di SMPN 1 PUS, tamat tahun 1992 juga tidak ada siswi Islam yang berhijab, kenapa di kepemimpinan saya isu larangan berhijab ini di munculkan, keluhnya sambil meneteskan air mata.
Saya Kata Rina Julianti, lagi, Sekarang ini belajar Full Day sekolah hari Senin sampai Jumat, agar siswa-siswa Islam yang berjumlah 55 orang dan guri-guru beragama Islam tetap bisa melaksanakan ibadahnya, terpikirkan oleh saya untuk membuat Musholla di pekarangan sekolah, keinginan tersebut saya sampaikan ke guru agama Islam, NGO dan tokoh masyarakat agama Islam, dan gayung bersambut, dengan catatan pihak sekolah menyediakan tanah untuk lokasi pembangunan Musholla, dan sekarang mushollah tersebut sudah selesai dan telah bisa digunakan untuk ibadah dan tempat siswa-siswa beragama Islam istirahat, selain itu bahkan di bulan Ramadhan kemaren kami dari pihak SMPN 1 PUS juga melakukan kegiatan bakti sosial dengan cara berbagi takjil di depan gerbang sekolah untuk saudara-saudara kami yang beragama Islam.
“Sekali lagi saya tekankan saya tidak pernah melarang siswi beragama Islam untuk memakai hijab, dan memanggil siswi beragama Islam satu persatu keruangan saya untuk meminta mereka agar tidak berhijab waktu sekolah, kalau pulang sekolah terserah,” Tegasnya.
Afni, salah seorang wali murid, menyebutkan, anak saya tamatan sekolah agama Islam, masalah berhijab ini itu tergantung niat atau hati, waktu masuk sekolah ke SMP anak saya tanya apakah kamu memakai hijab, tapi dia ragu-ragu bahkan cenderung tidak pakai hijab, itulah dasarnya kenapa anak saya tidak pakai hijab, karena keinginannya maka saya hanya menuruti saja, jelasnya.
San Andi Iklas, orang tua wali murid, sekaligus kepala Desa, makin tinggi pohon makin besar angin menerpanya, kalau masalah berita di media sosial jangan terlalu di tanggapi, kalau ditangkapi sakit kepala kita dibuatnya.
“Saya sebagai kepala Desa Sikakap juga sering di beritakan atau di isukan ini itu, bahkan sampai di katakan korupsi, tapi hal itu tidak saya tanggapi, kalau di tanggapi bisa sakit kepala kita dengan isu tidak jelas tersebut, tetap sangat demi mendidik anak bangsa,”Katanya.
Joni Siritoitet, Kepala Desa Betu Monga, Sekaligus wali murid menuturkan, tentang berita larangan memakai hijab di SMPN 1 PUS, Maslaah ini tidak perlu menyebar kemana-mana, sekarang ini yang perlu jawaban dari pihak sekolah Bisa atau tidak siswi Islam memakai jilbab atau tidak, itu saja intinya, jangan lari kemana-mana, masalah jengkol atau yang lainnya lainnya tidak usah, bilah atau tidak memakai hijab itu permohonan dari orang tua.
Tidak mungkin ada berita ini kalau tidak dari anak-anak kita, untuk itu kepada guru tolong larang anak-anak kita memakai hp waktu disekolah, akibat hp anak berani membantah orang kalau disuruh pakai jilbab,”anak pakailah jilbab, langsung dijawab tidak boleh pak , kenapa kata orang tua, karena dilarang guru. Kepala sekolah itu adek saya, orang tuanya dengan orang tua saya beradik kontan bagi saya yang salah tetap salah bagi saya,saya kepala Desa paling lama, kalau kita berjalan di jalur yang benar mengapa harus takut, ujarnya.
Mendapat pertanyaan tersebut, Rina Julianti, Kepala SMP Negeri 1 PUS, mengatakan, ada kebijakan yang bisa saya putuskan sendiri, dan di putuskan bersama-sama, untuk itu saya minta kepada 55 orang wali murid yang beragama Islam untuk datang mari kita diskusikan bersama-sama dan tetap bersama-sama masalah ini,”Ungkapnya(SL)



