Di Bawah Terik Ramadan, Satgas TMMD Kodim 0709/Kebumen Tetap Tuntaskan Rabat Beton

Kebumen, – Terik siang menggantung tanpa teduh di atas lokasi rabat beton TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen. Matahari seperti menguji keteguhan, membakar pelataran desa yang tengah berbenah. Namun di antara panas yang menyengat dan perut yang menahan dahaga Ramadan, para prajurit tetap berdiri tegak, setia, tak gentar, Jumat 27 Februari 2026.

Sejak pagi buta, suara molen meraung memecah sunyi. Putarannya tak pernah lelah, seirama dengan tekad yang tak pernah surut. Adukan semen dituang, diratakan, dipadatkan—setiap sekop adalah ikhtiar, setiap pijakan adalah janji.

Di bawah seragam loreng yang mulai basah oleh peluh, anggota Satgas TMMD menyatu dengan warga. Tak ada sekat antara tentara dan rakyat. Yang ada hanyalah gotong royong, sebuah bahasa sunyi yang lebih fasih dari pidato panjang.

Ramadan kali ini bukan tentang berdiam diri. Ia justru menjadi ruang pembuktian bahwa pengabdian tak mengenal jeda. Haus dan lapar seolah menjelma menjadi pengingat bahwa kerja hari itu bukan sekadar mengejar target, melainkan menanam pahala.

Rabat beton yang perlahan memanjang itu bukan hanya jalan. Ia adalah urat nadi desa yang kelak mengalirkan hasil panen lebih cepat ke pasar, mengantarkan anak-anak menuju sekolah tanpa terperosok lumpur, serta membuka pintu-pintu ekonomi yang selama ini tersendat.

Komandan Kodim 0709/Kebumen selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., memandang Ramadan sebagai momentum menempa ketulusan.
“Puasa bukan alasan untuk mengurangi produktivitas. Justru ini menjadi ladang amal dan penguat niat kami dalam membantu masyarakat,” tuturnya, tenang namun sarat makna.

Baginya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari panjangnya jalan yang selesai dicor, tetapi dari eratnya tangan yang saling menggenggam.
“Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya. TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan, membangun infrastruktur sekaligus membangun kedekatan emosional dengan rakyat,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komando kewilayahan Kodam IV/Diponegoro, TMMD Reguler ke-127 menjadi mozaik pengabdian yang tak hanya terlihat, tetapi terasa.
Menjelang senja, bayangan tubuh para prajurit memanjang di atas beton yang mulai mengeras. Waktu berbuka semakin dekat, namun pekerjaan belum benar-benar berhenti. Ada yang masih merapikan permukaan, ada yang memastikan ketebalan sesuai ukuran.

Peluh yang jatuh siang itu mungkin tak terdengar suaranya. Namun ia tercatat, sebagai saksi bahwa di bulan suci, para prajurit TMMD Kebumen memilih untuk tetap berdiri di garis pengabdian.

Dan di Desa itu, rabat beton yang mengeras perlahan menjadi simbol keteguhan, bahwa di bawah langit Ramadan, cinta pada negeri tak pernah surut, ia justru menguat, sekuat jalan yang kini terbentang untuk masa depan rakyat.
(faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News