BREBES – Di balik khidmatnya upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026), terdapat sosok-sosok “penyelamat” yang bekerja dalam senyap. Mereka adalah tim medis dari Klinik Pratama Kartika 13/Brebes yang bersiaga penuh mengawal fisik para peserta upacara.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Serda Mustofa. Dengan tas kesehatan lapangan yang selalu melekat di pundaknya, ia berdiri sigap di barisan paling belakang—posisi strategis untuk memantau kondisi ratusan personel yang tengah berbaris di bawah terik matahari.
Ketangguhan Serda Mustofa diuji ketika salah satu personel pasukan upacara tampak goyah dan mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas. Tanpa menunggu aba-aba, Serda Mustofa langsung berlari menghampiri prajurit tersebut sebelum terjatuh ke tanah.
Dengan tenang namun cepat, ia memberikan pertolongan pertama, melakukan pengecekan tensi, dan mengevakuasi personel tersebut ke area teduh untuk penanganan lebih lanjut. Kesiapannya memastikan jalannya upacara tetap berjalan khidmat tanpa kendala berarti.
“Sudah menjadi tugas kami di tim kesehatan untuk memastikan seluruh rekan-rekan prajurit dan peserta upacara dalam kondisi aman. Di barisan belakang, mata kami harus jeli melihat gelagat fisik yang mulai menurun agar penanganan bisa cepat dilakukan,” ujar Serda Mustofa singkat sambil kembali merapikan peralatan medisnya.
Keterlibatan Klinik Pratama Kartika 13/Brebes dalam rangkaian penutupan TMMD ini merupakan instruksi langsung dari Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., guna menjamin aspek keselamatan kerja dan kesehatan personel selama kegiatan berlangsung.
Tim medis tidak hanya membawa peralatan P3K standar, tetapi juga ambulans dan logistik kesehatan lapangan lengkap untuk mengantisipasi keadaan darurat. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi seluruh peserta, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga pelajar dan organisasi kemasyarakatan yang terlibat dalam upacara.
Kehadiran personel kesehatan seperti Serda Mustofa membuktikan bahwa kesuksesan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya infrastruktur fisik di desa, tetapi juga dari kesolidan dan kepedulian antar-personel di lapangan.
Penutupan TMMD Reguler ke-127 ini pun berakhir dengan sukses, menyisakan cerita tentang dedikasi para prajurit yang saling menjaga satu sama lain, baik di lokasi pembangunan maupun di lapangan upacara.(faiza)











