Solsel, dutametro.com – Upaya menjaga kelestarian populasi ternak lokal serta mendukung program swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) mengimbau masyarakat untuk tidak memotong hewan ternak betina yang masih produktif pada hari raya kurban mendatang.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Ternak betina produktif seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba memiliki peran vital sebagai penghasil keturunan. Dengan kata lain, keberadaannya menjadi kunci keberlanjutan populasi ternak di daerah.
“Hewan Betina produktif adalah ‘pabrik’ ternak. Jika dipotong, maka kita kehilangan potensi lahirnya generasi ternak berikutnya,” kata Irwan Supriadi, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam keterangannya pada Senin (20/04/2026) pagi.
Irwan menyebut, pelarangan pemotongan ternak betina produktif bertujuan untuk menjaga populasi, mendukung swasembada daging, serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui ketersediaan bibit ternak yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Larangan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan amanat undang-undang yang memiliki konsekuensi hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, lanjutnya.
Meski demikian, pemotongan ternak betina tetap diperbolehkan dengan syarat tertentu, yakni apabila ternak tersebut telah dinyatakan tidak produktif oleh petugas berwenang. Kriteria tersebut antara lain berumur lebih dari 8 tahun, mengalami kecelakaan yang mengharuskan pemotongan paksa, mandul atau tidak dapat bereproduksi, serta menderita penyakit menular yang membahayakan manusia.
Sebagai bentuk komitmen, DPKPP melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui kantor wali nagari maupun kecamatan. Selain itu, juga dilakukan pemasangan spanduk imbauan bertajuk “Stop Pemotongan Ternak Betina Produktif” di berbagai titik strategis.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan status reproduksi ternak secara gratis melalui Unit Puskeswan terdekat, seperti Puskeswan Muaralabuh (Kecamatan Pauh Duo), Puskeswan Sungai Gading (Kecamatan Sangir Balai Janggo), dan Puskeswan Sangir di Padang Aro.
“Memotong satu ekor betina produktif sama saja dengan menghentikan masa depan peternak kita. Satu ekor betina yang diselamatkan hari ini adalah harapan bagi ratusan ternak di masa depan,” tutupnya. (Med)

















