PURBALINGGA — Di tengah riuh estafet batu yang dilakukan warga dan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga untuk pembangunan Jembatan Garuda, dua pemuda tampak bekerja dengan cara berbeda. Mereka adalah Okana dan Yudi. Dengan memanfaatkan sebatang kayu tebal sebagai alat bantu sederhana, keduanya terlihat memanggul pasir itu bersama.
Kayu diletakkan di pundak, sementara beban pasir diikat dan digantung di tengah. Dengan langkah perlahan namun pasti, keduanya berjalan menuruni kontur tanah menuju titik pembangunan. Sesekali mereka berhenti sejenak, mengatur napas, lalu kembali melangkah tanpa banyak kata.
Keringat membasahi kaus yang mereka kenakan. Tanah yang tidak rata membuat langkah harus lebih berhati-hati. Namun, raut wajah keduanya tetap tenang, seolah sudah terbiasa dengan beban yang dipikul.
Berawal dari keterbatasan alat di lokasi, Okana dan Yudi memilih memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Sebatang kayu yang sebelumnya tergeletak, mereka sulap menjadi alat pikul sederhana untuk mempercepat distribusi material pasir.
“Biar lebih ringan dan bisa bawa lebih banyak aja, karena kalau dipikul satu-satu, naik turun tenaganya lumayannjuga” ujar Yudi singkat, Kamis (30/1/2026).
Cara itu pun terbukti cukup membantu. Dalam satu kali angkut, material yang dibawa menjadi lebih banyak dibandingkan jika diangkut dengan tangan. Upaya sederhana tersebut pun turut mempercepat pekerjaan di lapangan.
Pemandangan itu menjadi potret kecil dari semangat gotong royong yang tumbuh dalam pelaksanaan TMMD. Tidak hanya tenaga yang disumbangkan, tetapi juga ide dan kreativitas untuk mengatasi keterbatasan.
Sertu Riyadi , salah satu Satgas TMMD yang berada di lokasi pun mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat, termasuk para pemuda, menjadi salah satu kunci keberhasilan program TMMD.
“Masyarakat sini memang kreatif- kreatif, ini jadi kunci percepatan pembangunan,” katanya.
Pemanfaatan material alam seperti kayu menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan. Justru dari kesederhanaan itu, lahir cara-cara efektif yang membantu mempercepat pembangunan.
Program TMMD Reguler ke-128 di Desa Krangean tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur berupa Jembatan Garuda, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kemandirian masyarakat. (Faiza)


















