PADANG PANJANG, dutametro.com — Pemerintah Kota Padang Panjang menyatakan dukungan terhadap program nasional penanaman kedelai yang direncanakan dilaksanakan serentak di berbagai daerah pada Juli 2026 mendatang sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Allex Saputra saat menerima kunjungan Asisten Teritorial (Aster) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II, Kolonel Marinir Wartono di Balai Kota, Senin (26/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wawako Allex menegaskan Pemko Padang Panjang siap mendukung program pengembangan komoditas kedelai karena dinilai sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
“Kita sepakat mendukung program ketahanan pangan di Indonesia, termasuk di Padang Panjang. Mudah-mudahan penanaman kedelai ini dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan kedelai memiliki peluang yang cukup baik karena kebutuhan terhadap komoditas tersebut masih tinggi, terutama sebagai bahan baku pangan seperti tahu dan tempe.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Varia Warvis menyebutkan, program penanaman kedelai menjadi hal baru bagi Padang Panjang dan berpotensi menarik minat masyarakat maupun petani.
Ia menjelaskan, saat ini sudah terdapat sekitar 5,8 hektare lahan yang direncanakan untuk penanaman kedelai.
“Sudah ada lahan sekitar 5,8 hektare yang berminat untuk penanaman. Kami tentu mendukung kegiatan ini agar bisa dimatangkan dengan baik, termasuk mengetahui jadwal pasti pelaksanaannya,” katanya.
Varia juga menekankan pentingnya kepastian pemasaran hasil panen agar petani tidak mengalami kerugian setelah masa panen. “Kalau memang ada dukungan pemasaran, tentu akan sangat membantu petani,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kolonel Wartono menjelaskan, program panen bersama dan penanaman kedelai merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemko Padang Panjang terhadap rencana kerja sama tersebut. “Terima kasih atas sambutan dan dukungan terhadap kerja sama penanaman kedelai ini. Penanaman akan dilakukan serentak yang direncanakan Juli mendatang,” ujarnya.
Dikatakannya, dukungan program meliputi penyediaan bibit, pupuk hingga penyuluh lapangan yang difasilitasi TNI AL. Namun demikian, ia mengingatkan bibit kedelai memiliki karakter sensitif sehingga harus segera ditanam agar tidak rusak atau berjamur.
“Bibit kedelai ini sensitif. Kalau tidak segera ditanam dan penyimpanannya tidak baik, bisa berjamur. Kita tentu berharap petani jangan sampai rugi,” jelasnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, pihaknya juga berencana menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pemasaran hasil panen kedelai petani.
Menurut Wartono, kebutuhan kedelai nasional saat ini masih didominasi produk impor karena produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan nasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kota Wita Desi Susanti serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (Pulkani/harris)






















