Iklan
Iklan

Campursari Semarakkan Penutupan TMMD 129, Warga Cukil Larut dalam Kebersamaan

Semarang – Suasana penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga berlangsung semakin meriah dengan hadirnya hiburan campursari yang disambut antusias oleh masyarakat. Alunan musik dan tembang campursari menghadirkan suasana penuh keakraban sekaligus menjadi hiburan bagi warga setelah rangkaian kegiatan TMMD selesai dilaksanakan.

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan hiburan yang disuguhkan. Tidak hanya menjadi tontonan, campursari juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan prajurit TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga dalam suasana santai dan penuh kegembiraan. Kamis ( 13/8/2026 )

Semarak hiburan tersebut menjadi warna tersendiri dalam rangkaian penutupan TMMD Reguler ke-129. Setelah selama beberapa waktu masyarakat dan Satgas TMMD bekerja bersama menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, momen hiburan campursari menjadi kesempatan untuk melepas penat sekaligus menikmati hasil kebersamaan yang telah terjalin.

Tembang-tembang campursari yang dibawakan dengan nuansa khas budaya Jawa semakin menghidupkan suasana. Warga terlihat menikmati setiap penampilan dengan penuh antusias, menciptakan suasana guyub dan rukun yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.

Bagi masyarakat Cukil, penutupan TMMD bukan sekadar berakhirnya sebuah program pembangunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut meninggalkan kenangan tentang gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan antara Satgas TMMD dengan masyarakat.

Hiburan campursari menjadi salah satu ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas selesainya seluruh rangkaian TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD diharapkan tetap terjaga meskipun kegiatan secara resmi telah ditutup.

Dengan lantunan campursari dan antusiasme masyarakat, suasana penutupan TMMD Reguler ke-129 pun terasa semakin semarak. Sebuah akhir yang hangat untuk rangkaian pengabdian, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat selalu tumbuh dari kebersamaan.

(Faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News