OKU TIMUR, — Memasuki hari kesembilan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 TA 2026, pengerjaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Yulianto di Desa Mengulak, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, menempati posisi terdepan. Hingga Rabu (21/10), kemajuan pengerjaan telah mencapai 30 persen angka tertinggi di antara lima unit rumah yang menjadi sasaran, dengan dinding yang terus naik rapi, fondasi yang kokoh, serta kerangka penyangga mulai terpasang tegak.
Terlihat di lokasi pengerjaan, suasana berlangsung sangat hidup dan produktif. Personel Satgas bersama warga bekerja bahu-membahu sebagian menyusun batako lapis demi lapis dengan teliti agar permukaan rata dan lurus, sebagian lain mengaduk serta mengangkut adukan semen, sementara yang lainnya menyiapkan kusen jendela, pintu, dan kerangka atap. Setiap bagian dikerjakan dengan penuh ketelitian, tidak ada yang dipasang asal jadi, karena semua menyadari bahwa rumah ini akan menjadi tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi Bapak Yulianto beserta keluarganya.
Bapak Yulianto tampak tak henti-henti bersyukur melihat perkembangan yang terjadi di hadapannya:
“Saya sungguh tidak menyangka rumah saya akan tumbuh secepat ini. Dulu tempat tinggal kami masih sederhana dan belum layak, kini saya melihat dindingnya berdiri tegak dan kokoh, setiap hari makin tinggi. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak-bapak TNI dan tetangga yang datang membantu tanpa pamrih. Mereka bekerja sungguh-sungguh, seolah-olah ini rumah mereka sendiri. Saya berjanji akan menjaga rumah ini sebaik mungkin setelah selesai, agar tidak mengecewakan kebaikan mereka semua,” ungkap Bapak Yulianto dengan mata berkaca-kaca.
Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0403/OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., menyampaikan apresiasinya terhadap laju kemajuan yang diraih:
“Kemajuan 30 persen di rumah Bapak Yulianto ini bukan sekadar angka tertinggi ini adalah bukti semangat, kekompakan, dan ketelitian kalian. Pertahankan kecepatan ini tanpa mengurangi kualitas sedikit pun. Setiap batako yang dipasang harus kuat, setiap sambungan harus kokoh, karena rumah ini akan berdiri puluhan tahun melindungi sebuah keluarga. Teruslah bekerja dengan hati, pastikan hasilnya membanggakan, dan jadikan rumah Bapak Yulianto sebagai contoh terbaik bagi warga Desa Mengulak,” tegas Letkol Arh Yusuf Winarno.
Dengan laju kemajuan yang terus terjaga, pengerjaan rumah Bapak Yulianto diproyeksikan segera memasuki tahap pemasangan rangka atap dalam waktu dekat. Harapan Bapak Yulianto untuk menempati hunian yang layak, sehat, dan aman semakin mendekati kenyataan, berkat gotong royong yang tak kenal lelah antara Satgas dan warga Desa Mengulak.(Zafa)










