Iklan
Iklan

Di Dapur Ibu Siti Terjalin Ikatan: TNI Pelajari Tradisi, Warga Rasakan Kedekatan yang Tulus

JOMBANG — Di tengah kesibukan pembangunan fisik yang berlangsung, program TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang juga menyentuh sisi pelestarian kearifan lokal yang menjadi kekayaan Desa Klitih. Rabu (22/10/2026), suasana hangat menyelimuti rumah Ibu Siti (55) ketika Sertu Prayit, anggota Koramil 0814-07/Kabuh, hadir untuk belajar langsung proses pembuatan tempe tradisional salah satu warisan yang telah dijalankan warga secara turun-temurun.

Kegiatan ini bukan sekadar kebersamaan biasa, melainkan wujud penghormatan terhadap kemampuan dan kearifan yang dimiliki masyarakat desa. Mulai dari pemilihan kedelai, perendaman, pemberian ragi, hingga pembungkusan, setiap tahap dipelajari dengan saksama. Kehadiran anggota TNI yang ingin memahami cara warga mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai ini sekaligus mengapresiasi potensi ekonomi yang dikembangkan secara mandiri di lingkungan setempat.

Ibu Siti, yang telah membuat tempe selama puluhan tahun, merasa sangat dihargai dan senang ilmunya disambut baik. Baginya, kegiatan ini membuktikan bahwa TNI tidak hanya hadir untuk membangun bangunan, tetapi juga menghargai apa yang sudah dimiliki warga.
“Sangat senang rasanya. Tidak menyangka Bapak TNI ingin belajar membuat tempe dari saya. Ini berarti apa yang kami kerjakan di rumah ini diperhatikan dan dihargai. Semoga kebersamaan ini terus terjalin erat,” ujar Ibu Siti dengan tulus.

Sertu Prayit menyampaikan bahwa memahami cara warga bekerja dan berkreasi adalah bagian penting dari mengenal masyarakat seutuhnya.
“Kami ingin tahu apa yang menjadi kehidupan sehari-hari warga, termasuk cara mereka mengolah pangan. Hal ini memperkuat pemahaman kami bahwa kemajuan desa tidak hanya dari luar, tetapi tumbuh dari kemampuan warga sendiri,” ungkapnya.

Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa kemanunggalan TNI–rakyat terbangun bukan hanya di lokasi proyek, melainkan juga di ruang-ruang kehidupan sederhana warga.
“Menghargai kearifan lokal berarti menghormati jati diri masyarakat itu sendiri. Kegiatan seperti ini menumbuhkan rasa saling menghargai: kami belajar dari warga, dan warga merasa dihargai. Inilah pondasi persatuan yang kuat,” tegas Letkol Dicky.

Melalui kegiatan sederhana ini, terlihat jelas bahwa TMMD ke-130 hadir untuk membangun sekaligus menjaga: memperbaiki infrastruktur, namun juga melestarikan tradisi, mengangkat potensi ekonomi warga, dan memastikan kedekatan TNI dengan rakyat tetap terasa hangat, tulus, dan abadi.(Zafa)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News