Batang – Di saat sebagian pelajar dapat pulang sekolah menggunakan sepeda motor atau kendaraan umum dengan mudah, pemandangan berbeda terlihat di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Sejumlah siswa SMP Darul Ma’arif dan SMK Darul Ma’arif harus memanfaatkan kendaraan truk sipil untuk mengantar mereka pulang sekolah, sebuah potret keseharian yang menggambarkan betapa pentingnya akses transportasi bagi masyarakat pedesaan.
Pemandangan para pelajar yang pulang menggunakan truk tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang lebih memadai. Di tengah berlangsungnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0736/Batang, harapan akan akses transportasi yang lebih baik semakin terasa.
Annisa, salah seorang siswi SMP Darul Ma’arif, mengungkapkan bahwa keberadaan jalan yang layak sangat dibutuhkan, terutama bagi para pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah maupun kembali ke rumah.
Menurut Annisa, akses jalan yang baik akan sangat membantu aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Ia berharap pembangunan jalan melalui program TMMD dapat segera selesai sehingga perjalanan menjadi lebih mudah dan nyaman.
Bagi Annisa dan teman-temannya, perjalanan pulang sekolah bukan sekadar rutinitas harian. Kondisi akses transportasi turut menentukan kenyamanan mereka dalam menjalani aktivitas pendidikan.
Keberadaan truk sipil yang digunakan untuk mengantar para siswa memperlihatkan bagaimana masyarakat memanfaatkan sarana transportasi yang tersedia. Namun, pengangkutan penumpang menggunakan kendaraan barang juga memiliki risiko keselamatan, sehingga diperlukan sarana angkutan pelajar yang lebih aman dan sesuai peruntukannya.
Pembangunan jalan sepanjang 1.412 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang diharapkan mampu menjawab kebutuhan akses transportasi masyarakat Desa Sembung.
Jalan yang lebih baik nantinya diharapkan tidak hanya memudahkan petani mengangkut hasil bumi atau pedagang menjalankan usaha, tetapi juga mendukung kelancaran perjalanan anak-anak menuju tempat pendidikan.
Bagi para orang tua, kemudahan akses menuju sekolah merupakan kebutuhan penting. Infrastruktur jalan yang memadai dapat menjadi salah satu faktor pendukung agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih lancar.
Kehadiran Satgas TMMD bersama masyarakat dalam pekerjaan pengecoran jalan menjadi bagian dari upaya menghadirkan perubahan tersebut. Melalui kerja keras dan semangat gotong royong, pembangunan terus dilaksanakan agar manfaatnya dapat dirasakan berbagai lapisan masyarakat.
Kisah Annisa dan teman-temannya menjadi pengingat bahwa pembangunan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan panjang beton yang dicor atau besarnya volume pekerjaan. Di balik pembangunan tersebut, terdapat kebutuhan nyata masyarakat, termasuk para pelajar yang setiap hari berjuang menempuh perjalanan untuk mendapatkan pendidikan.
Melalui TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736/Batang, harapan akan akses transportasi yang lebih baik terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Sembung. Jalan yang sedang dibangun diharapkan kelak dapat mendukung aktivitas pendidikan, perekonomian, dan kehidupan sosial warga. Zafa











