KOTO BARU – Sebanyak 23 Wali Nagari terpilih hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok Tahun 2026 resmi dilantik oleh Bupati Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., Rabu (4/11/2026).
Pelantikan yang berlangsung khidmat di Gedung Sport Hall Batu Batupang, Koto Baru, tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintahan nagari untuk memulai babak baru pembangunan, sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., juga melantik Ketua Tim Penggerak PKK Nagari dari 23 nagari yang dipimpin wali nagari terpilih.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Solok dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, S.T., Sutan Nagari Sati, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, S.STP., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, S.Farm., Apt., Ketua GOW Kabupaten Solok Ny. Lian Octavia Candra, S.Pd., unsur Forkopimda, Asisten I Provinsi Sumatera Barat, kepala OPD, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa jabatan wali nagari bukan sekadar posisi atau hadiah dari sebuah kontestasi politik, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata dan keberpihakan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan, setelah seluruh tahapan Pilwana selesai, tidak boleh lagi ada sekat perbedaan pilihan di tengah masyarakat. Seluruh wali nagari harus mampu menyatukan kembali masyarakat dan menghadirkan pemerintahan yang merangkul semua golongan.
“Tantangan pembangunan hari ini menuntut kita untuk bergerak secara taktis dan strategis. Nagari tidak lagi bisa dikelola dengan cara-cara konvensional,” tegas Jon Firman Pandu.
Untuk itu, Bupati menginstruksikan para wali nagari yang baru dilantik agar segera menjalankan tiga agenda strategis.
Pertama, melakukan konsolidasi internal dan rekonsiliasi guna menyatukan seluruh elemen masyarakat pasca-Pilwana.
Kedua, menghadirkan inovasi dalam tata kelola keuangan dan ekonomi nagari dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.
Ketiga, mempercepat pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan efektif.
Bupati juga menekankan pentingnya hubungan kerja yang harmonis antara wali nagari dan Badan Permusyawaratan Nagari (BPN). Ia meminta BPN menjadi mitra yang kritis dan konstruktif, sementara para camat diminta melakukan pembinaan serta pengawasan secara berkala.
Tak hanya itu, tokoh masyarakat juga diharapkan berperan aktif mengawal jalannya pemerintahan nagari agar tetap berada pada koridor aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Perhatian khusus turut disampaikan kepada para istri wali nagari yang tergabung dalam TP-PKK Nagari. Menurutnya, gerakan PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, menekan angka stunting, serta mempersiapkan generasi muda yang sehat dan berkualitas.
“Mari kita buktikan bahwa dari nagari-nagari inilah lahir fondasi kebangkitan Kabupaten Solok yang kita cintai. Jadilah pemimpin yang bernyali besar untuk melakukan perubahan, tahan uji di tengah badai, dan meninggalkan legacy (warisan kebaikan) yang akan dikenang sepanjang masa oleh masyarakat,” ujar Bupati.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan bahwa pelantikan 23 wali nagari tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi awal tanggung jawab besar dalam membawa kemajuan bagi nagari masing-masing.
Ia mengingatkan bahwa seorang wali nagari harus mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Pembangunan nagari harus menjadi prioritas, dengan tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat.
Vasko juga menegaskan bahwa perbedaan dukungan selama Pilwana harus diakhiri setelah pemimpin terpilih resmi dilantik. Seluruh masyarakat merupakan tanggung jawab wali nagari tanpa membedakan pilihan politik sebelumnya.
“Kita ingin bersama-sama dengan Bupati dan Wakil Bupati menjadikan Kabupaten Solok ini sejuk dan damai. Bagi yang mungkin sebelumnya tidak mendukung, semuanya harus kita rangkul. Karena setelah dilantik, seluruh masyarakat adalah rakyat dan tanggung jawab seorang Wali Nagari,” ungkap Vasko.
Ia juga berpesan agar para wali nagari tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pemerintahan. Dukungan masyarakat, doa, dan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Mari kita sepakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Solok,” ajaknya.
23 wali nagari hasil Pilwana Serentak Kabupaten Solok Tahun 2026 yang resmi dilantik adalah:
– Novendri – Wali Nagari Panyakalan.
– Maimirda – Wali Nagari Koto Sani.
– Hidayat, A.Md. – Wali Nagari Gantung Ciri.
– Yusrial Dani Putra – Wali Nagari Simanau
– Mafril Ahmad – Wali Nagari Paninggahan.
– Suherman – Wali Nagari Aripan.
– Arianto B, S.I.P. – Wali Nagari Sulit Air.
– Yonnafri, S.E. – Wali Nagari Paninjauan.
– Riveroni Alta Belly, S.Pd. – Wali Nagari Sibarambang.
– Jalwarnita – Wali Nagari Kuncir.
– Jonli Arfis, S.H. – Wali Nagari Muaro Paneh.
– Ermanto, S.Sos. – Wali Nagari Bukit Tandang.
– Maifendri, S.Kep.- Wali Nagari Kinari.
– Kelly Beminda – Wali Nagari Jawi-Jawi Guguk.
– Budi Marta – Wali Nagari Batang Barus.
– Syapriadi, S.H, – Wali Nagari Aia Luo.
– Dahrul Asri – Wali Nagari Batu Bajanjang.
– Fawzi – Wali Nagari Alahan Panjang.
– Endra Putra Gunawan – Wali Nagari Aie Dingin.
– Afdalil Zikri, S.E – Wali Nagari Salimpek.
– Karmi – Wali Nagari Kampuang Batu Dalam.
– Sal Sabil – Wali Nagari Surian.
– Nasrizal, S.Pd., M.M. – Wali Nagari Lolo.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan nagari yang lebih responsif, transparan, inovatif, dan dekat dengan masyarakat. Tantangan sesungguhnya kini berada di pundak para wali nagari: membuktikan amanah melalui kinerja, menyatukan masyarakat, serta menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan Kabupaten Solok.**yaNs











