Haru, Rindu dan Merinding, Takbiran Di Pasaman Menguras Emosi Kegembiraan

oleh -278 Dilihat

“Allahuakbar,, Allahuakbbar,, Allahuakbar, walillah ilhamd”

Gema takbir dan tahmid tak henti sahut menyahut di saentero Kota Lubuksikaping, selepas berbuka puasa terakhir di bulan Ramadhan 1443 H, ba’da Maghrib tadi.

Di masjid, mushalla dan toko-toko sepanjang jalan Ibu Kota Kabupaten Pasaman, terdengar lantunan takbir dan tahmid menyerukan kebesaran Allah, di hari kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa.

Di ruas jalan Sudirman, pusat Kota Lubuksikaping, terlihat ratusan kendaraan roda empat, truk juga bus berjejer memenuhi hampir sepanjang dua kilometer jalan hingga ke halaman depan Rumah Dinas Bupati Pasaman.

Di teras rumah tampak Bupati Pasaman H. Benny Utama beserta Ny. Susi Benny, Forkopimda, wakil bupati dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemkab. Pasaman berbaris rapi, jelang dilepasnya pawai takbiran perdana, pasca virus corona ‘eksodus’ dari RRC ke Indonesia.

“Selamat merayakan hari kemenangan di hari yang fitri, setelah sebulan penuh berpuasa di bulan ramadhan. Dan besok pagi, jika cuaca memungkinkan, kita laksanakan shalat Ied di halaman kantor bupati,” ujar Bupati Benny Utama, sesaat sebelumnya melepas iring-iringan kendaraan takbiran.

“Dengan mengucap Bismillahhirrahmanirahim, pawai takbiran malam idul Fitri 1443 hijriyah, Saya lepas,” ucap Bupati Benny sambil melambaikan tangan ke iring-iringan kendaraan yang melintas di halaman depan rumah dinas Bupati Pasaman.

Masyarakat yang berada diatas kendaraan tak kalah semangat. Ditengah lantunan takbir dan tahmid yang menggema keras, masyarakat membalas lambaian tangan orang nomor satu di Pasaman itu. Tak ketinggalan pawai obor anak nagari Lubuak Sikapiang, ikut bertakbir melintas di halaman rumah Bupati Pasaman.

Nyonya Susi Benny, wakil bupati, forkopimda serta kepala OPD, juga ikut melambaikan tangan. Benar-benar suasana yang menguras emosi kegembiraan yang mendalam.

Sejumlah warga Lubuksikaping yang sempat ditemui saat menyaksikan pawai takbiran akbar itu, mengaku haru bercampur gembira.

“Merinding bulu saya Pak, menyaksikan dan mendengar takbiran malam ini,” aku Ad Kacak, di Pasar Benteng, arah Selatan Kota Kota lubuk Sikaping.

Lain lagi versi Ni Upik. Menurutnya, Dia sangat merindukan suasana yang dirasakannya malam ini.

“Benar-benar rindu Saya dengan suasana malam takbiran ini,” sebutnya.

Sebelumnya sempat muncul kekhawatiran, lantaran hujan lebat tak henti mengguyur Lubuksikaping sedari sore, hingga malam ini, Minggu (1/5).

“Awalnya sempat muncul khawatiran, tidak banyak masyarakat yang ikut takbiran, karena hujan yang tak kunjung henti,” ujar Budhi Hermawan, Kominfo Pasaman.

Namun diluar ekspektasinya, ternyata masyarakat Kota Lubuksikaping sangat antusias mengikuti pawai takbiran yang telah mendapat izin dari Bupati Pasaman itu.

Seratusan kendaraan berbagai model dan jenis, bernomor polisi BA – D (plat Pasaman) dan kendaraan para perantau dari berbagai provinsi, ikut ambil bagian dalam pawai takbir yang sudah absen selama tiga tahun terakhir itu.

Dan warga kota pun seperti tidak peduli dengan hujan yang membasahi mereka. Disepanjang jalan yang dilalui pawai takbiran, tampak masyarakat berjejer menyaksikan penuh antusias dari pinggir jalan di sepanjang route yang dilalui pawai takbir. Mc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.