Iklan
Iklan

Restoran Ria Pizza Ukraina Hancur Akibat Serangan Rudal Rusia, 3 Korban Tewas, 40 Lainnya Terluka

Kramatorsk – Dilaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 40 lainnya menderita luka-luka akibat serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah restoran di Kramatorsk, Ukraina Timur.

Kemudian dilansir AFP, Rabu (28/6/2023), pihak kepolisian Ukraina mengatakan Rusia telah menembakkan dua rudal ke kota Kramatorsk.

Selanjutnya Kementerian Dalam Negeri Ukraina di Telegram, mengatakan “Jenazah tiga orang, termasuk anak di bawah umur yang lahir pada 2008, telah ditemukan dari puing-puing. Diantara yang terluka adalah seorang anak yang lahir pada 2022,” katanya.

Sementara itu layanan darurat Ukraina mengatakan bahwa 42 orang terluka dalam serangan yang menghancurkan restoran Ria Pizza yang populer di kota itu.

Menurut Yevgen, salah seorang saksi yang sedang makan bersama dua temannya mengatakan “Ada banyak orang di sana, ada anak-anak di bawah reruntuhan,” ucapnya.

Yevgen juga mengatakan, “Kami baru saja akan pergi, tetapi salah satu temannya sekarang di bawah reruntuhan,” tambahnya kepada AFP setelah ledakan.

Tak lama berselang serangan itu, kerumunan dengan cepat berkumpul di lokasi, di mana api terus menyala ketika tentara dan petugas penyelamat mencari korban lainnya.

Sementara itu Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan dua roket Rusia telah menghantam kota yang pernah menjadi rumah bagi 150.000 orang, salah satu yang terbesar yang masih berada di bawah kendali Ukraina di bagian timur negara yang terkepung.

Bahkan seorang warga bernama Natalia sambil menangis mengatakan saudara tirinya Nikita (23) berada di dekat oven pizza di restoran tersebut.

Natali menyebutkan, “Mereka tidak bisa mengeluarkannya, dia tertutup oleh puing-puing,” katanya.

Sementara itu beberapa bangunan di dekatnya juga rusak dalam serangan di kota tersebut, yang sering menjadi sasaran Rusia sejak invasi pada Februari 2022.

Adapun Kramatorsk terletak sekitar 30 kilometer (18 mil) dari garis depan.

Menurut keterangan seorang tentara Ukraina berusia 19 tahun, menyebutkan “Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa mereka mendengar pesawat terbang, terdengar desisan dan kemudian ledakan,” katanya sembari memberi nama perangnya sebagai “Ghost”, dan berada di dekatnya ketika serangan itu terjadi.

Usai mendapat serangan tersebut, dia dengan cepat memasuki restoran untuk membantu menyelamatkan pekerja.

Lalu ujar tentara itu, “Seorang gadis terjebak, terluka. Mereka belum bisa mengeluarkannya,” imbuhnya.(H.A)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News