PURBALINGGA — Terik matahari siang mulai menyelimuti lokasi pembangunan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara. Di tengah panas yang menyengat, para pekerja, baik dari Satgas TMMD maupun warga tetap larut dalam peran masing-masing, menyelesaikan setiap bagian pembangunan dengan penuh semangat.
Namun, seperti halnya tenaga manusia, lelah pun tak bisa dihindari.
Saat rasa penat mulai terasa, sebagian dari mereka memilih menepi sejenak. Di sudut lokasi pembangunan, hidangan sederhana yang telah disiapkan oleh ibu-ibu desa menjadi tempat kembali mengisi energi. Tawa kecil dan obrolan ringan pun mulai terdengar, memecah suasana kerja yang sejak pagi dipenuhi kesibukan.
Tak hanya makanan, ada pelepas dahaga alami yang menjadi andalan di Desa Krangean, yakni kelapa muda.
Buah hasil alam desa itu menjadi teman istirahat yang begitu nikmat. Airnya yang segar, ditambah daging kelapa yang lembut, seakan menjadi penawar lelah di tengah teriknya cuaca. Sederhana, namun memberi tenaga baru bagi para pekerja untuk kembali melanjutkan aktivitas.
Babinsa Desa Krangean, Serma Jarwono, mengatakan bahwa momen istirahat seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga semangat para satgas dan warga.
“Kalau sudah panas dan capek, istirahat sebentar itu penting. Karena di desa ini banyak sekali pohon kelapa, jadi kita manfaatkan untuk membantu menyegarkan kembali tenaga,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu warga, Hartono. Ia mengaku, kelapa tersebut dipetik sendiri untuk dinikmati bersama, sehingga tidak hanya memberikan kesegaran di tengah pekerjaan yang berat, tetapi juga memberi rasa kebersamaan yang berbeda.
“Ini kelapa dari desa sendiri. Selain segar, rasanya juga lebih nikmat karena dinikmati bersama-sama saat istirahat,” katanya.
Di balik pembangunan yang terus berjalan, momen-momen sederhana seperti ini menjadi warna tersendiri. Bukan hanya tentang bekerja tanpa henti, tetapi juga tentang bagaimana kebersamaan terjalin di sela-sela lelah.
Di Desa Krangean, kelapa muda bukan sekadar buah. Ia menjadi simbol sederhana dari alam yang ikut memberi tenaga dan menjaga semangat tetap menyala, hingga pembangunan benar-benar selesai dan bisa dinikmati bersama di kemudian hari. (faiza)


















